Naira sudah akan menginjak umur enam bulan nih!

Inilah milestone selanjutnya yang harus kami tempuh. Naira sudah harus mulai MPASI. MPASI sendiri adalah singkatan dari Makanan Pendamping ASI. Karena pada usia 6 bulan, ASI sudah tidak cukup lagi untuk memenuhi seluruh nutrisi yang bayi butuhkan, terutama zat besi. Sehingga dibutuhkan makanan tambahan untuk bayi sebagai pelengkap nutrisi. Namun, tetap saja makanan utama bayi hingga umur 1 tahun adalah ASI.

Kalau begitu, kenapa tidak dimulai saja MPASI-nya sebelum enam bulan?

Utamanya, karena pencernaan bayi dari lahir masih terus berkembang. Dan menjadi mature enough rata-rata umur enam bulan. Sehingga enam bulan menjadi standar kesiapan tubuh bayi untuk mendapatkan makanan selain ASI. Jika diberikan sebelum itu, bisa jadi pencernaan bayi akan terganggu. Selain itu, mengkonsumsi makanan selain ASI sebelum enam bulan bisa menyebabkan dampak negatif lain, seperti obesitas atau justru gangguan kesehatan.

Di beberapa kasus tertentu, bayi boleh saja mulai MPASI dari umur 4 bulan. Biasanya, selain ada kesiapan organ pencernaan yang mantap, juga ada kesiapan lainnya yang bisa kita perhatikan. Pun kadang Dokter Spesialis Anak (DSA) punya pertimbangan untuk menyarankan seorang ibu mulai memberikan MPASI pada bayinya terhadap kasus tertentu. Misal, ketika pertambahan berat badan bayi terlalu sedikit di awal kehidupannya. Sehingga MPASI akan dibutuhkan untuk booster berat badan bayi.

Lagipula, di waktu 4-6 bulan ini, bayi sudah mulai aktif bergerak. Mulai dari menggerakkan tangan dan kaki, mencoba memiringkan badan, berguling, merayap dan sebagainya. Naira sendiri sudah mulai heboh di usia 2.5 bulan. Dan di situlah berat badannya tidak sebanyak standar yang ditentukan KMS Buku KIA. Kalau kata ibu saya sih, santai saja. Toh Naira ASIX, beda dengan pertumbuhan jaman dulu ketika bayi mengkonsumsi ASI dan susu formula sekaligus. Kata orang-orang di sekitar saya pun, selama Naira sehat, berat badan normal, masih aktif dan semangat nyusu, tentunya sudah baik.

Tanda-tanda Kesiapan MPASI

Sebenarnya, Naira sendiri sudah mulai saya cicil makan pisang sebelum enam bulan. Ga setiap hari, ga setiap minggu juga. Ketika kami beli pisang yang cocok aja. Pertama kali, tentu dia menolak. Pun akhirnya kami sampai di milestone dia mau menerima namun hanya sedikit. Kenapa saya putuskan untuk mulai menyuapi Naira dengan pisang? Karena tanda-tanda kesiapannya pun sudah mulai terlihat. Sambil nyicil biar dia ga kaget-kaget banget pas umur 6 bulan nanti.

Emang apa saja tanda-tanda kesiapan MPASI itu?

Duduk Tegak dan Menegakkan Kepala

Naira sudah mampu menahan kepalanya sebelum menginjak empat bulan. Waktu itu sih, dia baru bisa menahan selama beberapa detik saja. Dia sudah mampu mengangkat kepala jika tidur dalam keadaan tengkurap juga. Dia sudah tidak mau lagi digendong dalam keadaan tidur, maunya digendong yang disangga pantat dan lehernya.

Duduk pun sudah bisa tegak dengan bantuan. Bahkan ketika naik mobil, dia sudah menolak untuk ditidurkan. Maunya duduk sendiri di pangkuan. Ini pun yang saya lakukan ketika sedang makan di luar bersama suami atau ketika ada situasi yang mengharuskan saya duduk. Naira pasti minta dipangku. Dan kadang dia malah ketiduran hehehe.

Kenapa poin ini sangat penting?

Karena tegaknya badan dan kepala bayi sangat membantu bayi untuk menelan makanannya. Coba jika makanan dikonsumsi dalam keadaan tidur, kemungkinan tersedak akan sangat besar.

Tertarik dengan apa yang kita makan

Makanan pertama yang Naira tertarik untuk memakannya adalah pisang. Saya memang sering banget mengkonsumsi pisang karena ini buah yang sangat ahli untuk mengganjal perut saya yang sering kelaparan. Saat itu, saya tengah memegang pisang di depan Naira. Naira mengamati dengan penuh keingintahuan. Dan kala itu, dia berusaha mendekati saya dan meraih pisang yang masih utuh dengan kulitnya itu.

Di kesempatan lain, ketika saya sedang mengupas kulit pisang dengan Naira di pangkuan saya, dengan cepat tangan Naira memegang kulit pisang. Saya kaget sekali. Beberapa waktu kemudian, ketika saya tengah mengamati sesuatu dalam keadaan pisang yang dekat sekali dengan Naira, ternyata Naira dengan semangat berusaha melahap buah pisang yang ada di dekatnya itu. Yah, sekalipun itu masih terlalu besar dan susah untuk dia kunyah.

Ada pula saat di mana saya menggendong Naira di tangan kiri dan membawa nasi panas di tangan kanan. Naira tidak mau melewatkan kesempatan itu dan langsung memegang nasi itu dengan tangan kirinya. Kemudian dia menangis karena kepanasan hahaha. Lucu.

Dan banyak kejadian lainnya yang saya jumpai dia sangaat tertarik ketika Abah dan Ibunya sedang makan sesuatu. Dia akan mengamati lamat-lamat. Berusaha menggapai makanan itu. Dan memasukkannya ke dalam mulut. Hati-hati yaa, jangan sampai poin ketiga itu terjadi. Karena makanan orang dewasa belum bisa dikonsumsi untuk bayi.

Berat badan yang sehat

Standar yang ditentukan adalah setidaknya berat badan bayi sudah mencapai dua kali lipat dari berat badan ketika dia dilahirkan. Alhamdulillah, Naira sudah mencapai poin ini sebelum usia enam bulan. Hal ini yang membuat saya yakin, Naira siap untuk MPASI.

Berhubung MPASI Naira adalah pengalaman pertama saya dalam menyambut MPASI, saya masih buta sekali dengan informasi terkait hal ini. Meski sudah banyak baca artikel di internet, baca sharing para mommies di grup ibu-ibu, tapi tetep aja begitu mikirin prakteknya….aduh pusing. Harus mulai dari mana? Apa yang harus dimakan pertama kali? Ini gimanaaaa?

Untuk itulah, bubur instan bayi dibutuhkan hahahaha. Saya beli deh beberapa pak untuk cadangan ketika saya beneran ga ada ide lagi buat MPASI Naira.

Tapi tetep aja, ini apa yang harus dilakukan untuk MPASI? Galaunya mamak newbie.

MPASI Grup Support dan Serba Serbi MPASI

Di situlah, peran teman sangat membantu. Beberapa hari sebelum saya memutuskan untuk memulai MPASI Naira, saya sedang berbincang asik dengan mamah muda temen deket SMA saya, yang usia bayinya lebih tua dua bulan dibandingkan Naira. Tentunya beliau tau jauuhh lebih banyak daripada saya tentang MPASI. Kemudian, beliau menyarankan saya untuk bergabung dengan grup WhatsApp MPASI dalam naungan Gema Menyusui Indonesia (GMI).

Wah! Saya baru saja dengar mengenai GMI ini beberapa hari sebelumnya, ketika ada admin GMI yang ikut bergabung dengan grup Diskusi Emak Kekinian (DEK) sebagai guest star yang menjadi sumber penjawab keluh kesah para ibu tentang ASI dan MPASI bayi.

Teman saya memberikan nomor admin GMI tersebut, namanya Dokter Chuz. Wah, keren banget yah, adminnya beneran dokter, yang pastinya ahli dan punya ilmu untuk share dan menjawab kegalauan para ibu tentang ASI dan MPASI. Akhirnya, saya chat secara pribadi dr.Chuz dan menanyakan prosedur untuk bergabung dengan grup chat GMI. Saya pikir tinggal masuk aja kan yah pake referral temen. Eits, ternyata ada pretest-nya loh!

Bagi calon member grup ini, diberikan materi dasar mengenai MPASI. Dan, Alhamdulillah materinya cocok sekali dengan sepemahaman saya tentang MPASI. Salah satunya, sudah menjadi standar di kalangan ibu-ibu, bahwa awal MPASI bayi harus dikenalkan satu per satu bahan makanan dalam bentuk puree. Dan pengenalan itu berlangsung selama tiga hari. Misal, dikenalkan pisang dulu tiga hari, kemudian ayam tiga hari. Dan sebagainya. Pengenalan ini disebut sebagai menu tunggal. Jika menu tunggal sudah berjalan selama 14 hari, baru boleh dicampur. Tapi menu 4 bintang diberikan jauuuh setelah itu.

Ternyata pemahaman ini tidak benar. Sebaiknya menu 4 bintang sudah dikonsumsi sejak dimulainya MPASI. Istilah menu tunggal itu tidak ada. Bahkan di WHO juga diajarkan untuk mengenalkan menu 4 bintang dari awal.

Sebelumnya, menu 4 bintang itu apa sih?

Menu 4 bintang ini adalah makanan yang terdiri dari bahan makanan pokok (biasanya mengandung karbohidrat), protein hewani, protein nabati (biasanya kacang-kacangan) dan sayur/buah. Juga harus diberikan lemak tambahan. Menu 4 bintang ini tidak hanya wajib untuk bayi, tapi juga untuk orang dewasa loh.

Untuk bayi sendiri, berkebalikan dengan orang dewasa tentang pemenuhan serat. Makanan yang mengandung terlalu banyak serat justru membuat bayi sembelit. Yang membuat bayi jadi lebih lancar untuk pup adalah lemak tambahan. Jadi, jangan pelit-pelit kasih lemak ke bayi yah! Lemak sendiri ada di kaldu ayam/sapi/ikan, mentega/margarin, keju, dan lainnya.

Lalu, mengapa menu 4 bintang harus dimulai sejak awal MPASI?

Karena MPASI sendiri dibutuhkan untuk menunjang nutrisi bayi yang sudah tidak cukup dengan ASI. Kalau nutrisi dari MPASI kurang, maka bayi akan kekurangan asupan gizi. Artinya, MPASI sendiri harus penuh dengan gizi. Kalau cuma menu tunggal, nantinya akan ada kandungan gizi yang tidak tersampaikan untuk si bayi. Takutnya, bayi malah akan kekurangan zat besi, karena memang zat besi ini yang drastis sekali menurun jumlahnya dari ASI untuk bayi enam bulan ke atas.

Tidak hanya membahas tentang variasi bahan MPASI, tapi banyak komponen lain yang harus diperhatikan. Seperti umur bayi, tekstur, frekuensi, kebersihan, porsi, dan lainnya. Harus bertahap banget deh, mulai ditambah/dikurangi/dikasarkan sesuai dengan pertambahan usia anak kita. Dengan harapan nantinya setelah umur satu tahun, anak sudah bisa makan makanan orang dewasa.

Beneran ga boleh menu tunggal banget? Gimana sama anak yang punya riwayat alergi?

Bukan berarti kita stop pemberian MPASI 4 bintang. Karena anak yang berpotensi alergi jadi ga boleh makan 4 bintang. Tapi sebaiknya pemberian protein hewani (yang membuat potensi alergi) diberikan satu macam dulu, jangan dobel-dobel. Dan diperhatikan reaksi anaknya.

Setelah mempelajari materi dan mengerjakan soal pre-test, saya juga diharuskan menyerahkan foto bukti imunisasi. Alhamdulillah banget yah, jadi tidak akan ada perdebatan mengenai pro dan anti vaksin di grup ini. Karena persyaratan ini mengartikan semua anggota grup pasti pro vaksin.

Akhirnya saya masuk grup MPASI GMI!

Alhamdulillah… Banyak banget hal yang saya pelajari (duh padahal baru tiga hari).

Prakteknya MPASI Naira

Sudah dua-tiga hari saya mulai rajin ngajak dan nyuapin Naira makan, sehari tiga kali. Tentunya prakteknya tidak semudah itu. Ga semudah anak disodorin sendok langsung dilahap. Faktanya, anak butuh penyesuaian sekitar 10-15 kali makan sampai akhirnya dia terbiasa dengan makan. Jadi, kalau ditolak berkali-kali sama anak yang gamau makan, gausa sedih yaaa.

Awalnya, tentu saya ditolak Naira haha. Tapi saya suapin terus sambil sounding untuk ngunyah. Sambil nyanyi-nyanyi juga biar mood dia happy. Eh akhirnya saya yang terus bersemangat nyuapin. Ga kebaca deh aktif responsif. Padahal kayanya Naira uda ogah. Dimuntahin deh semua.

Ada lagi ketika Naira ogah banget makannya. Ternyata tekstur yang saya buat terlalu kental, malah harusnya buat anak 7-8 bulan kayanya, bukan buat anak awal MPASI. Saya tambahin air, gamau juga. Saya nanya ke ibu saya, ternyata sebaiknya dikasih kaldu ayam kampung biar gurih. Duh padahal males banget beli ayam kampung ke Superindo Dago dari Cigadung di weekend pula. Adanya macet di jalan.

Akhirnya saya delivery deh, pakai Happy Fresh. Voila, ayam kampung sudah di tangan. Dan saya sudah berhasil mencairkan tekstur makanan Naira pakai kaldu ayam. Alhamdulillah ada makanan yang masuk sedikit ke Naira. Meski habis itu Naira minta berhenti.

Besoknya, saya coba menu baru. Dan teknik baru: pakai blender baru disaring. Puree banget bentuknya (meski 4 bintang menunya). Kalau yang kemarin, habis dimasak langsung disaring aja. Pantes kan jadi kental banget kemarin.

Nah yang puree ini lumayan banget, Naira semangat makan. Meski ada saat di mana dia gamau, ternyata makanannya dingin. Dia maunya anget. Jadi satu jam sebelum makan, saya hangatkan dulu makanan yang sudah saya simpan di kulkas. Baru deh Naira semangat makan.

Oh ya, ada waktu di mana Naira males banget makan. Ternyata waktu itu dia ngantuk banget. Ya pasti bete pas ngantuk malah disuruh makan. Pokoknya saya eksperimen setiap satu jam sekali saya ajak makan terus, sampai tahu yang pas untuk Naira kira-kira makan jam berapa aja.

Dan sudah dua-tiga hari ini Naira belum pup. Huhuhu. Takut dia sembelit. Sepertinya sih, karena saya kurang memberikan air putih di akhir sesi makan Naira. Habisnya kemarin saya taunya air putih itu belum boleh terlalu banyak untuk anak bayi. Eh, ternyata salah…

Justru air putih penting banget untuk bayi yang sudah mulai MPASI. Sebaiknya 30 ml setiap kg berat badan. Ini berlaku juga buat kita. Meski begitu, untuk bayi yang full ASI, bisa dikurangi hingga setengahnya karena ASI terdiri dari air. Jika bayi mengkonsumsi susu formula, sebaiknya tetap full minum air sesuai perhitungan di atas.

Sekian dulu yah, penjelasan singkat tentang MPASI. Semoga di lain waktu bisa kasih review dan masukan tentang persiapan MPASI lainnya. Semoga bermanfaat!

image taken from hellosehat.com