Ketika bertanya suami, enaknya minggu ini nulis apa, sama beliau dijawab,

“Nulis tentang BBW aja!”

Sekilas, saya merasa sangat ragu menulis tentang Big Bad Wolf. Karena ini pengalaman pertama saya mengikuti tren BBW, juga termasuk korban yang berhasil membocorkan tabungan keluarga. Alasannya: ini kan buku buat anak kok. Tapi ibuknya aja yang laper mata dan ga berhasil menahan hawa nafsu. Waktu suami tau, cuma diketawain sih……..tapi hati saya yang jadi merasa bersalaaah bangeeett.

Huhuhu, maafkan aku suamikuu.

Jadi, untuk berbagi pengalaman dan sebagai pengingat ibu-ibu lainnya yaa tentang ajang buku impor murah ini, saya akan coba bagikan lewat tulisan ini.

Mendengar soal BBW ini pun baru-baru saja, sekitar tahun lalu. Awalnya, saya super ga tertarik dan mikir ini acara apaan sih, kok serigalanya besar dan jahat. Duh, naif pisan. Sampai akhirnya pas saya lagi di rumah Jombang, saya menemukan buku-buku anak impor punya kakak ipar saya. Masih ada label harganya, dan harganya memang murah! Bahkan lebih murah dari buku yang kami beli waktu masih tinggal di Inggris. Merasa rugi? Jelas! Jiwa ibu-ibu pelit irit ini pun merasa tertantang. Bisa-bisanya di sini harganya X sedangkan di Inggris harganya Y?!

Ya begitulah ibu-ibu. Bahkan ketika X dan Y itu bedanya cuma 500 rupiah, rasanya tetep aja rugi kalau beli yang lebih mahal. Tapi faktor harga itu memang cuma satu di antara faktor lainnya untuk menentukan tempat pembelian. Bisa dipengaruhi juga dengan faktor akses transportasi, kemudahan berbelanja, dan lainnya.

Dari situlah, kemudian saya mulai meniatkan diri untuk ikut BBW selanjutnya.

Sampai mulai beredar kabar diadakannya BBW di BSD selama 280 jam non stop ini. Di grup Emak Kekinian, grup ITB Motherhood, mulai pada buka jastip (jasa titip). Saya langsung masuk ke semua grup chat yang ditawarkan.

Kenapa ga dateng langsung aja, Tik?

Ini anak bayi mau dikemanaiiiin. Denger-denger di BBW rame banget, saking banyaknya buku bagus. Apalagi kalau ada buku restock, kemarin liat fotonya aja, orang-orang langsung berebut ambil buku dorong-dorongan saking favoritnya itu buku. Antri di kasir bisa berjam-jam, mana long weekend pula.Di salah satu grup yang saya ikuti, yang belanja adalah satu keluarga lengkkap, mereka keren bangetlah sampai semaleman belanja dan ngantri sambil bawa anak aktif dan nemplok ketiduran digendong bapaknya..

Saking ngetrennya BBW ini, ada ibu-ibu yang sampai nginep di hotel terdekat hanya untuk dateng BBW! Ada pula yang bawa koper ke sana karena mau beli buku untuk persediaan setahun ke depan! Yang buka jastip BBW pun seabrek-abrek banyaknya! Saking peminatnya banyaaakk banget. Pun banyak yang akhirnya beli buku-buku favorit beberapa, sebagai ready stock, dengan niatan pengen dijualin lagi meski ga ada yang nitip..

Lagian kayanya fee jastip yang saya keluarkan pun jatuhnya akan lebih murah daripada tiket travel PP ke BSD plus transportasi akomodasi sama keluarga untuk ikut BBW.

Yang Grup Jastip Tawarkan

Bedanya apa sih, grup jastip satu dengan grup lainnya? Ini adalah hasil observasi dan pemikiran saya.

Tarif Jasa

Fee yang dipasang oleh setiap penyedia jastip itu berbeda-beda. Karena harga buku sangat beragam: mulai dari 10ribu untuk buku lokal atau 30ribu untuk buku impor, ada pula yang 50ribu, 65ribu, 75ribu ke atas, hingga 100ribu, 135ribu, atau bahkan 300ribuan. Tarif flat yang saya suka adalah 10% dari harga buku. Saya merasa sebagai pembeli tidak dirugikan dengan tarif ini.

Namun, ada pula yang memasang tarif 15ribu dari harga buku <150ribu, dan 10% di atas >150ribu. Ini pun untuk buku lokal. Kalau untuk buku impor, batasnya 250ribu dengan tarif jastip minimalnya 25ribu. Cukup mahal kan? Mahal kalau mau beli buku-buku murah. Kalau beli buku mahal ya, mungkin ga beda jauh.

Tapi bagi saya pemasangan tarif yang cukup mahal ini cukup understandable karena memang ibu-ibu ini sukanya pasti barang murah. Jadi, dengan pemasangan tarif yang cukup besar untuk buku yang harganya murah, untung yang didapatkan penyedia jastip lebih besar daripada membelikan buku mahal sekalian tapi cuma satu buah. Strategi yang cukup oke sih, buat penyedia jastip.

Jastip Santai

Kebanyakan yang saya ikuti adalah jastip santai. Kenapa ya, mereka pada gencar mengumandangkan nama santai itu sendiri? Karena memang ada jastip profesional yang biasanya beli borongan dan sudah besar sekali organisasinya. Kalau kata ibu-ibu mah, jastip yang sudah besar ini, beli satu jenis buku ga cuma satu dua buah saja, tapi langsung berlipat ganda. Tapi, tentang sistem jastip pro ini sendiri saya belum pernah tahu, karena saya ga bergabung dengan grup jastip yang pro ini.

Selain itu, jastip santai ini seakan menjadi pembenaran sehingga para pembelinya memaklumkan semua kesalahan yang penyedia jastip perbuat. Misal, pembeli kasih wishlist ke penyedia jastip, eh si penyedia jastip lupa belikan. Akhirnya dia minta maaf karena lupa. Kalau pembelinya kesal? Lha ngapain to, ini kan jastip santai. Santai doong.

Atau kemarin juga ada kasus di mana ada satu jenis buku yang menjadi favorit para ibu-ibu dan penyedia jastip sudah belikan secara borongan. Eh usut punya usut ketika penyedia jastip berjalan ke kasir, satu jenis buku itu sudah hilang semua! Hanya tinggal satu buah. Ternyata kata para penyedia jastip di grup itu (iya, yang bikin jastip dibuat organisasi gitu), curi-curian buku dari satu troli ke troli yang lain itu sudah biasa. Sudah budayanya BBW. TAPIII MASA BUDAYA JELEK GINI DIPELIARA SIH, GA BERKAH NTAR LOH UNTUNG YANG DIDAPET! mencak-mencak saya dalam hati. Tega yah. Ya sudah mau ga mau pembeli maklum aja buku pesanan mereka yang dicuri itu akhirnya ga sampai ke tangan mereka, kan jastip santai.

Waktu Lowong

Penyedia jastip biasanya akan memberikan jadwal mereka berbelanja. Ada yang bersedia datang dari pagi buta hingga pagi buta keesokan harinya. Ada pula yang bersedia datang dua jam saja, dari jam 8 pagi hingga jam 10 pagi.

BBW sendiri berjalan selama 11 hari + preview sale. Nah, preview sale ini biasanya barang-barang bagus masih lumayan banyak, jadi ibu-ibu suka nih kalau penyedia jastip ikut preview sale.

Tentunya kalau penyedia jastip bersedia datang seharian, ibu-ibu senang sekaleeeh. Karena ga semua ibu-ibu online baca grup chat di saat yang bersamaan. Ketika penyedia jastip sedang live shopping, kemudian dia mengirimkan gambar buku ke grup di pagi hari, sedangkan satu ibu baru baca sore hari, kalau penyedia jastip sudah angkat kaki kan jadi gabisa beli bukunya.

Ada pula yang membuka jastip secara kelompok, mereka datang ke BBW secara bergantian atau shift-shiftan. Ada pula ketika mereka live secara bersama-sama, mereka mengunjungi kategori buku yang berbeda.

Kategori Buku yang Didatangi

Bagi ibu-ibu pada umumnya yang penting adalah: BUKU ANAK. Dan memang BBW kali ini, kategori buku anak adalah 60% dari tempat BBW yang tersedia. Buku anak sendiri itu ada bermacam-macam: touch and feel, sound book, board book, sticker book, activity book, pop up, flip flap, lift and turn, dan sebagainya. Semua tergantung umur anaknya. Dan memang anak tuh perkembangannya beda-beda, cepat juga. Kesukaannya juga beda-beda, ada yang suka roket, hewan, atau baru belajar angka. Duh banyak banget deh, bisa 20 halaman sendiri kalo dijelasin atu atu.

Tapi, ga semua pengguna jastip cuma mau cari buku anak aja. Ada yang mau cari home & living, business & economic, fiksi, dan lainnya. Jadi, semakin banyak kategori yang dikunjungi yang sesuai dengan apa yang pengguna jastip inginkan, maka semakin rame pula lapaknya.

Saya sendiri kemarin banyak pengen cari buku mizan anak. Tapi, ga semua grup yang saya datangi mau mencarikan. Mungkin selain karena tempatnya yang cukup berbeda dan makan waktu lumayan banyak untuk berpindah, banyak juga yang habis-habisan. Untung yang didapat penyedia jastip juga ga banyak, karena harga bukunya keterlaluan murahnya.

 

Sifat Rajin Mencari Buku

Nah ini. Ga semua penyedia jastip itu mau mencarikan buku yang kita inginkan. Dan ga semua yang mereka carikan itu memenuhi semua keinginan pengguna jastip yang ada.

Ada satu grup yang fokus ke sticker book aja. Kan saya jadi males, karena anak saya belum bisa main sticker book. Ada pula satu grup yang saya sudah pesan sesuatu, eh bilang barangnya habis semua. Ibu-ibu yang lain pada semangat juga padahal ikut pesan. Rupanya barang yang kami cari itu, di grup jastip lain masih ada banyak. Kan jadi gimanaa gitu yah hati ini. Hanya berusaha positif thinking: mungkin mbaknya lelah.

Pembayaran Buku

Ada yang meminta untuk deposit di awal, yang akan dikembalikan ke pengguna jastip jika tidak digunakan. Dan akan memberikan keuntungan untuk pengguna jastip ketika ada satu barang yang diperebutkan, yang udah deposit itulah yang diutamakan. Ini kerasa banget sih ya, waktu saya sudah deposit di satu grup, sang penyedia jastip semangat sekali mencarikan buku yang saya inginkan. Kemudian ketika deposit saya habis, penyedia jastip lupa-lupa aja, ga inget sama saya. Akhirnya saya deposit lagi, dia langsung nanya lagi mau dicariin buku apa.

Biasanya yang butuh deposit di awal ini adalah penyedia jastip yang modalnya ga banyak.

Pun ada pula yang ga masalah dengan pembayaran uang di awal, jadi dia belikan dulu semua, nanti kita bayar di akhir. Mungkin mereka males ribet juga ya, apalagi belum pake ongkir kan. Menurut akad muamalah pun lebih jelas, kaya beli barang biasa kan jatuhnya. Tapi, saya suka kasihan sih sama yang pake sistem ini. Kalau di-hit and run sama pembeli gimana coba?

Pengiriman Buku ke Rumah

Tentunya para ibu suka cari GRATIS ONGKIR! Di sinilah abuse terhadap marketplace yang menawarkan free ongkir dilakukan. Biasanya yang janjian di marketplace, akan dibuatkan pesanan fix oleh penyedia jasa di akhir pembelian semua, ditotalkan jumlahnya langsung plus berat total buku, nanti pembeli bayar lewat situ. Kalau sudah terlanjur deposit atau transfer gimana? Akan dikembalikan sisa uangnya.

Pun ada pula yang ga mau ribet lewat marketplace dan memilih pakai ekspedisi langsung saja.

Pengiriman buku ini juga menjadikan faktor berat buku yang pembeli beli menjadi sangat penting. Apalagi untuk pengguna jastip yang rumahnya di luar pulau Jawa, mau beli buku juga nanya dulu ini berat bukunya berapa ya teh.

Tips Belanja di BBW Lewat Jastip

Nah! Setelah tau beda satu grup jastip dengan grup jastip lain, saya coba berikan tips untuk ikut serta dalam BBW yaa. Berdasarkan pengalaman saya, yang failed untuk ngekepin dompet.

Ikut Beberapa Grup Jastip Dalam Trust Circle

Saya ikut grup jastip dari ITB Motherhood (dan insya Allah teteh-teteh ITB mah balageur yaak!) dan ada grup dari Emak Kekinian. Harus yang dipercaya yah! Kenapa? Yah biar aman aja hati ini, ga dibawa lari uangnya atau segala macam hal buruk lainnya ga kejadian.

Kenapa harus ikut beberapa grup?

Kalau strategi saya sih, saya bandingkan dulu fee jastipnya dan siapa yang datang di hari pertama. Nah, nanti buku-buku yang saya lihat dan inginkan, akan saya pesan ke grup jastip yang menyediakan fee jastip paling rendah. Tapi karena ini makan waktu, kadang buku yang saya inginkan sudah habis duluan hiks. Dan akhirnya, saya memilih untuk segera pesan ke grup yang sedang live meskipun fee jastipnya lebih mahal.

Selain itu, dengan ada beberapa grup yang kita ikuti, kita bisa tau jenis buku yang penyedia jastip tawarkan lewat foto-foto buku yang mereka upload waktu live shopping. Kalau dirasa tidak memenuhi selera kita, kita bisa left dan mantengin live shopping lewat grup lainnya.

List Buku yang Diinginkan (Dan Jangan Melanggar!)

Nah iya, spoiler nih ya, saya melanggar list buku saya….hukz.

Awalnya saya tuliskan buku yang saya inginkan. Dapet inspirasi judul buku darimana? Selain dari hati (ciye), juga dari foto buku yang sudah diupload oleh penyedia jastip di hari pertama live shopping yang mereka ikuti. List aja semua, lalu minta dibelikan di keesokan hari.

Atau di saat yang bersamaan ketika mereka live shopping, biasanya di instagram #bbw2018 juga pada live shopping, dan ini mah nonstop biasanya yah. Kita bisa cari apa yang kita inginkan, lalu kirim gambarnya ke penyedia jastip dan minta dicarikan.

Atau kalau mau liat history BBW sebelumnya, ada apa aja sih buku yang dijual. Dari situ bisa minta dicarikan ke penyedia jastip. Katanya sih, buku yang ditawarkan dari satu BBW ke BBW lain itu ga beda jauh kok!

Saya justru awalnya (maklum newbie) nyari di Google, dan dapet buku yang saya pengen. Eh di BBW ga ada. Yaaa kapan-kapan deh belinya kalau udah jatahnya beli buku lagi……(yang jelas setelah Maret 2019).

Sorting Buku

Kata temen ini lumayan mengurangi pengeluaran kita selama berbelanja di BBW. Sorting buku seperti apa sih? Misal, kita udah catet nih kan, buku apa aja yang akan kita beli di BBW. Pastikan catatan ini sesuai dengan kurikulum yang akan kita ajarkan ke anak. Nah jangan sampai fungsi satu buku dengan yang lainnya tumpang tindih. Untuk buku dengan tema warna, cukup beli satu atau dua saja. Jangan sampai beli lebih daripada itu.

Tentunya belanja on site jauh lebih menguntungkan dengan menggunakan tips ini. Setelah kita semua mengambil barang yang kita inginkan, baru deh kita pilih mana yang benar-benar kita butuhkan. Dan kembalikan sisanya. Baru deh ke kasir.

Bagaimana kalau kita belanja via jastip?

Tentu saja dibutuhkan riset via instagram atau live shopping hari sebelumnya, untuk mengetahui kebutuhan buku kita. Baru kita bisa tentukan, buku mana saja yang kita butuhkan dan sesuai dengan rencana kita.

Visioner

Pandang waktu setahun ke depan. Kira-kira kita butuh buku apa saja sih?

Misalnya seperti saya. Naira saat ini masih berusia 5 bulan. Setahun lagi, Naira berumur 1 tahun 5 bulan. Tentunya selama perjalanan menuju ke sana, Naira belum butuh belajar menggunakan buku aktivitas, atau picture book yang penuh kandungan moral. Di kurikulum saya, setahun ke depan, mau mengenalkan Naira dengan matematika logis dan penanaman Tauhid. Jadi buku yang saya beli mengacu pada nilai-nilai tersebut.

Ga perlu kepikiran semua buku harus kita beli. Lha wong, buku yang kami beli di UK saja masih banyak yang belum terbaca. Tenang saja, BBW insya Allah dilaksanakan setiap tahun. Bahkan setiap berapa bulan sekali. Jastip-an juga banyak. Jadi bisa dibagi-bagi wish list kita tergantung dengan kapan dibaca dan ada uangnya atau tidak.

Deposit Sajalah Dulu

Karena kita ikut grup jastip yang kita percaya, jadi uang yang kita depositkan insya Allah aman. Dan masa ga kasian sih sama penyedia jastip, udah kita mintanya macem-macem, trus bayarnya lama-lamaan. Mending depositkan saja dulu uang kita, biar hati penyedia jastip juga senang untuk mencarikan buku yang kita inginkan.

Selain itu, sebaiknya dari awal yang kita depositkan adalah budget uang yang kita akan habiskan di BBW ini. Kalau ikut beberapa grup, ya dibagi aja budget kita dengan jumlah grup yang kita ikuti. Jangan lupa, budget kita juga sudah termasuk ongkir yang akan kita bayarkan.

Segera Keluar Ketika Semua Sudah Didapat

“Keluar grup chat sekarang juga! Sebelum semua terlambat!” – (Tika di masa lalu ketika sedang sadar, 2018) dan (Tika di masa sekarang ketika semua sudah terlambat, 2018).

Begitu semua daftar buku yang kita cari sudah didapat, boleh langsung keluar grup. Atau bisa juga keluar grup satu per satu, lihat dulu budaya dan cara kerja penyedia jastip di grup itu. Kalau cocok ya lanjut, ga cocok ya keluar. Kalau ada beberapa buku dalam daftar yang belum dicarikan, lebih baik minta dicarikan oleh penyedia jastip yang rajin untuk mencarikan.

Jangan lupa atur juga berat bukunya. Misal di satu grup jastip, buku yang kita beli sudah terlalu banyak, boleh kita cari buku yang kita inginkan di grup jastip lain sambil berniat meramaikan lapak grup jastip lainnya. Jangan sampai hati ini menyesal ketika melihat ongkir buku jadi 2 kg karena total berat bukunya 1.36 kg. Miris.

Saya salut banget sama ibu-ibu, yang begitu dapet yang dia cari, dia langsung izin keluar grup dan minta rekapan via japri. Alasannya uda mulai bocor alus nih. Keren banget.

Karena ada pula ibu-ibu yang kalap melihat buku bagus-bagus di hari pertama BBW, semua diiyain, akhirnya habis 2 juta dalam sehari! Sampai teman-teman beliau di grup itu mengingatkan elo jangan fix fix aja dong, liat dulu buku-buku yang lain, santai ajala belinya. Akhirnya si ibu itu ga pernah muncul lagi di hari-hari selanjutnya. Eh muncul deng, untuk beli beberapa, tapi diingetin lagi sama temen-temen beliau elo yakin mau beli lagi? Itu buku kemaren hari pertama ga cukup apa?

Sementara itu dulu yah, seputar BBW! Insya Allah di tulisan selanjutnya saya share tentang plus minus belanja BBW pakai Jastip.

Oya, masih ada 8 hari tersisa untuk bisa ikut BBW. Hayu, mampir sebelum buku-buku bagusnya pada habis duluan!


Edit:

Telah ditambahkan beberapa tips lainnya untuk belanja BBW.