Banyak orang yang bertanya pada kami, kenapa selepas Mas Suami selesai pendidikan masternya di Inggris, ga lanjut cari kerja di sana sekalian aja. Sayang banget kan, uda jauh-jauh kuliah di sana, masa cuma numpang kuliah doang ga sekalian lanjut hidup di sana. Lumayanlah berbekalkan ijazah S2 cap negara maju, pasti gampang cari kerja di sana juga. Keluarga pasti juga aman nyaman tentram semua sehat dan bahagia.

Siapa sih, yang ga pengen tinggal di negara maju? Penuh dengan kelebihan dan kemudahan, dibandingkan dengan negeri tercinta kita ini. Pemanfaatan teknologinya sudah mantap; smart city bukan lagi mimpi. Asuransi kesehatan gratis; pendidikan anak gratis. Insya Allah sehat di sana, karena fasilitas untuk menyehatkan badan pun terjamin (contohnya: trotoar untuk jalan kaki ke mana-mana tersedia begitu luas dan membahana).

Saya pun juga begitu. Pengen yah, bisa tinggal yang cukup lama di sana. Masa cuma setahun, nanggung kan.

Saya pernah menanyakan langsung pada suami mengenai hal ini. Jawabannya,

“Ga boleh lah, kan LPDP selesai kuliah harus balik ke Indonesia.”

Kemudian saya ceritakan tentang teman-teman lain yang memilih stay untuk sementara atau bahkan untuk waktu yang cukup lama demi mencari pengalaman bekerja di negara maju. Atau mungkin untuk menetap for good, demi masa depan yang lebih terjamin daripada di Indonesia.

Tapi beliau kekeuh menjawab, “Engga dek, kita harus pulang.”

Alasan beliau masih sama. Penerima LPDP itu harus pulang setelah masa kuliah habis.

Emang ada kontraknya tulisannya begitu?

Ya pokoknya pulang.

Tapi kan ga bakal dicek mas?

Allah kan selalu mengetahui apa yang kita perbuat, dek.

Iya sih mas, tapi kan…

Nanti kalau kita langgar, hidup kita ga berkah.

Saya terdiam. Yah, emang salah saya yang kurang ilmu ini.

Baca juga: Antara Islam* dan Bisnis: Sebuah Kesamaan Pola Pikir

Keberkahan adalah satu yang utama yang selalu dikejar suami dalam melakukan apapun. Mencari pekerjaan pun selalu didasari dengan niat yang baik kembali ke Allah demi mendapatkan berkah. Dalam melakukan segala perbuatan memang harus diniati untuk Allah, biarkan Allah yang membalasnya, entah di dunia maupun di akhirat. Suami pantang sekali semata-mata untuk mencari gaji tinggi dalam pekerjaan, atau profit besar dalam bisnis tapi customer tidak ikhlas membayarnya, atau menyalahi aturan yang lain, karena nilai kebaikan di dalamnya bisa sirna begitu saja. Beliau selalu memikirkan matang-matang dalam mengambil langkah untuk hidup keluarga kami. Jika ada area abu-abu yang lebih mengarah ke hitam dan ketidakjelasan, beliau tidak ragu untuk meninggalkannya. Meski ada saat ketika berkecimpung di sana, banyak sekali keuntungan duniawi yang bisa didapatkan. Tapi kalau ga berkah, lepaskan saja.

Keberkahan adalah hal yang selalu kita minta dan doakan bagi siapa pun baginya. Seperti ketika sepasang manusia menikah, kita pintakan keberkahan atasnya. Atau ketika ada yang berulang tahun, kita pintakan keberkahan atas bertambahnya usia. Atau ketika ada yang akan mengadakan suatu acara istimewa, kita doakan keberkahan padanya.

Ketika keberkahan adalah yang kita cari dalam hidup ini, insya Allah apapun yang sedang kita hadapi, akan kita hadapi dengan lebih bahagia.

Mengenai keberkahan ini, saya pun menanyakan pada Mas Suami lebih jauh guna melihat apakah hidup kita sudah diberikan keberkahan dan bagaimana cara mendapatkan keberkahan itu.

Tanda-tanda Penuh Berkah

Sebenarnya bagaimana sih kita tahu bahwa kita sudah berusaha mengejar keberkahan dalam hidup ini? Tentunya ketika posisi kita sudah lebih ikhlas dan tawakal daripada diri kita sebelumnya. Pun ada beberapa hal yang bisa dikatakan adalah hasil dari keberkahan yang diberikan oleh Allah.

Hati Tenang

Hidup kita akan selalu dirundung masalah. Namanya juga hidup, di mana sudah dapat dipastikan bahwa hidup kita adalah ujian. Tapi, dengan adanya keberkahan, kita tidak perlu merasa stres dengan adanya ujian hidup itu. Tidak ada rasa takut akan sesuatu yang kita tidak mengerti. Tidak ada gejolak-gejolak rasa tidak enak yang menggerogoti hati.

Ketenangan di zaman sekarang adalah sesuatu yang sulit sekali dicari. Bagaimana tidak, ketika uang akan selalu didewakan dan jabatan akan selalu diperjuangkan. Sampai semua jalan akan ditempuh demi mendapatkannya. Semoga kita bukan termasuk di dalam rombongan tersebut.

Tidak ada rasa cemas berlebihan

Rasanya hidup yang penuh dengan kekalutan, justru membuat kita makin menunduk dengan kesedihan. Ketika kita terlalu khawatir akan sesuatu ketidakpastian. Atau ketika kita terlalu cemas karena terlalu banyak melihat ke atas dan tidak bersyukur.

Keberkahan seharusnya menjadikan kita lebih content dengan hidup yang kita miliki. Kita menjadi lebih banyak bersyukur dan menikmati apa yang dititipkan pada kita untuk kemudian dipertanggungjawabkan nanti.

Insya Allah semua sehat dan bahagia

Ya! Bersyukurlah ketika anggota keluarga kita diberikan kesehatan dan kebahagiaan. Ketika anak masih patuh pada Allah dan orang tuanya. Ketika anak masih bisa dibimbing dan dididik sesuai ajaran-Nya. Ketika anak masih selalu dijaga oleh Allah.

Mungkin keberkahan itulah yang membantu keluarga kita tersingkirkan dari hal-hal yang kurang menyenangkan. Kalaupun ada hal-hal yang kurang menyenangkan sedang diujikan pada kita, tidak membuat kita menjadi lebih negatif berperilaku maupun berpikir. Justru kita akan menerima dengan lapang dada, tawakal, dan mengharap ridho-Nya yang paling utama.

Baca Juga: Hijrah dan Istiqomah

Cara Mengejar Berkah

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa mendapatkan keberkahan dalam hidup kita? Tentunya dengan sebaik-baik menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Namun, mungkin ada amalan-amalan yang lebih spesifik yang dapat dilakukan khusus untuk keberkahan.

Rajin bersedekah

Jangan takut uang kita habis. Justru bersedekah adalah cara untuk menggandakan uang kita.

Allah telah menjanjikan pada kita, bahwa Dia akan membalas berkali-kali lipat pada kita atas apa yang kita ikhlaskan pada orang lain. Pun balasan yang Dia berikan, bukan hanya perihal kembalinya uang kita berlipat-lipat, tapi juga pahala dan keberkahan di dunia dan akhirat.

Bersedekah dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat dulu dengan sebanyak-banyaknya yang kita bisa beri. Tapi jangan sampai hal itu justru menyiksa diri kita. Tentu cukupkan untuk kita dahulu, baru berikan pada orang lain yang mampu kita beri.

Bersedekah pun tidak hanya lewat uang dan materi. Jika kita mampu bersedekah tenaga, tentu membantu orang lain dengan waktu dan tenaga kita itu lebih baik. Jika kita mampu bersedekah pikiran dan ilmu, tentu itu yang lebih baik. Bersedekahlah semampu yang kita bisa.

Bahkan sholat Dhuha pun juga termasuk sedekah di pagi hari untuk tulang-tulang rusuk kita. Maka jangan pernah ragu untuk bersedekah.

Cari Penghasilan Halal

Kesannya cliché tapi ini sangat penting, lho!

Halal itu harus dilihat dari berbagai macam sudut. Apakah sumbernya baik? Apakah cara kita memperolehnya juga baik? Meski mungkin kita sudah bekerja di suatu perusahaan Islami yang sumbernya insya Allah terjamin halal, tapi kita bermalas-malasan dalam bekerja dan cenderung gabut, bisa jadi penghasilan yang kita peroleh tidak terjamin halalnya.

Misal, kita memutuskan untuk berbisnis di bidang fashion, kita jual dengan harga murah, banyak yang beli, tapi ternyata kita tidak memberikan kualitas sebaik yang kita pasarkan sehingga customer menjadi kesal, bisa jadi membuat penghasilan kita menjadi tidak berkah.

Jika ada hal yang berada di area abu-abu dalam menghasilkan uang dan membuat kita ragu, sebaiknya tinggalkan. Sebenarnya di dalam hati kita, kita sudah tahu mana yang baik dan buruk. Maka ikuti saja apa kata hati yang baik itu.

Berbuat Kebaikan

Kata suami sih, “Jangan suka ngomongin orang.”

Itu sih jleb banget buat saya. Dan buat para wanita di seluruh dunia. Hehehe. Alhamdulillah kebiasaan ini mulai terkikis sedikit demi sedikit tapi terus menerus setiap harinya. Doakan yaa semoga terus berprogress sampai hilang seluruhnya.

Kebaikan sendiri, bukan hanya perihal kita bangunkan rumah untuk para homeless di luar sana. Bukan kebaikan namanya jika ada gerutu dan perasaan tidak ikhlas dalam hati ketika kita melakukannya. Berbuatlah semampu kita.

Atau seminimal-minimalnya, tidak berbuat jahat pada orang lain. Tidak merugikan orang lain. Mungkin ini yang paling mudah yang bisa kita lakukan dalam mencapai poin berbuat kebaikan ini.

Jujur

Sifat yang penting sekali dimiliki bagi manusia. Yang sudah lama mulai terkikis dengan adanya tuntutan zaman yang semakin menggila.

Jangan biarkan lingkungan mengambil paksa kejujuran kita. Jangan biarkan hawa nafsu yang kita miliki mengambil alih tubuh dan pikiran kita sampai kita harus berbohong dalam menjalani hidup.

Pun bagi orang lain, usahakan kita selalu menjadi orang yang jujur dan amanah. Sebab inilah yang dapat menentukan berkah atau tidaknya hidup yang kita miliki.

Dan jangan lupa, berbohong sekaliii saja dapat memberikan efek domino untuk terus berbohong. Maka teruslah berkata, bertindak dan berpikiran jujur.

Ridho Orang Tua dan Ridho Suami

Ini tambahan dari saya sih. Bukan dari Mas Suami hehehe.

Bahwa penting banget kita pastikan yang sedang kita kerjakan ini mendapatkan persetujuan dari orang tua dan suami kita. Karena doa mereka itu yang paling topcer menentukan ringan beratnya amalan kita di hadapan Allah. Pun persetujuan mereka adalah sebuah keikhlasan yang dapat menentukan lancar tidaknya pekerjaan yang sedang kita lakukan.

Karena ridho Allah pun bergantung pada ridho orang tua (bagi para lelaki dan wanita) dan ridho suami (bagi wanita yang sudah menikah).

Jujur, saya bisa menjadi diri saya yang sekarang ini adalah hasil dari doa ibu saya yang tanpa henti meminta pada Allah setiap harinya. Saya bisa hidup seperti ini karena tidak lepas dari ridho beliau untuk setiap yang saya lakukan. Tanpanya, mungkin hidup saya tidak akan dianugrahi banyaknya kebaikan.

Pun setelah menikah, saya banyak meminta ridho suami atas apapun yang saya kerjakan. Termasuk ketika memutuskan untuk bekerja part time sambil mengurus anak. Atau memutuskan untuk sekolah lagi. Semua saya pintakan izin suami karena saya tidak ingin rencana yang ingin saya ambil ini, meski terlaksana, tapi tanpa ridho suami bisa jadi tidak dilancarkan oleh-Nya.

Keberkahan itu adalah sesuatu yang harus kita impikan dan tanamkan dalam hati untuk kita kejar sepanjang perjalanan hidup ini. Jangan sampai gemerlapnya dunia yang fana membuat kita buta mata dan hati sehingga cahaya berkah menghilang dari hidup kita. Sebaiknya, kita juga ingatkan dan ajak teman-teman terdekat kita untuk terus mengingat kuasa Allah dan keberkahan yang Dia berikan.

Karena percuma duit banyak, rumah megah, mobil kinclong, smartphone termahal keluaran terbaru, kalau hati kita masih saja khawatir akan ketakutan-ketakutan tidak berdasar, anggota keluarga ada yang memberontak, badan rasanya terasa sakit-sakitan.

Coba periksa lagi, pola hidup kita saat ini, apakah sudah cukup baik untuk dapat menjemput keberkahan?

Saya juga sedang belajar untuk bisa membawa keberkahan dalam hidup keluarga kami. Mari sama-sama berusaha mengejar keberkahan!