Bulan ini, Naira akan berumur empat bulan. Ya, masih seminggu lagi sih. Tapi saya takjub sekali dengan perkembangannya, baik fisik maupun secara emosional. Saya tidak akan menjabarkan secara detail motorik halus, motorik kasar dan sebagainya. Hanya saja, saya akan menggambarkan perkembangan Naira yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan keadaannya ketika baru dilahirkan.

Penglihatannya sudah sangat berkembang dibandingkan dulu. Ketika lahir, Naira hanya bisa melihat sekitar 30 cm dan warnanya pun harus sangat kontras, seperti hitam dan putih. Saat ini, Naira sudah bisa memandang lebih jauh, sudah bisa mengamati orang yang duduk berjauhan darinya, sudah bisa mengamati gerakan, sudah bisa menikmati pemandangan di sekitarnya. Makanya, sejak dua-tiga minggu yang lalu, saya dan suami sepakat untuk mengajak Naira jalan di setiap weekend; ke mana saja yang penting dia mulai bisa mengenal dunia luar.

Minggu lalu, kami ajak Naira ke Taman Lansia; yang ternyata dia tidur sepanjang perjalanan dan ketika Abah Ibunya jalan-jalan. Kami juga sempat mampir ke ITB, ke acara Arkavidia yang diselenggarakan HMIF ITB; untuk mengunjungi beberapa kenalan dan teman kami yang sedang di acara yang sama; Naira yang awalnya tidur, pun mulai tertarik melihat-lihat. Walaupun akhirnya, ketika saya capek menggendong dan Naira digendong Abahnya, Naira pun make a quiet scene di depan CC Timur karena menangis kencang. Diliatin deh sama mahasiswa-mahasiswa yang lagi nongkrong heheu.

Kemarin, kami pergi ke Bandung Electronic Center karena di sana ada salah satu cabang BCA yang memiliki fasilitas weekend banking. Sekalipun kami hadir tepat waktu bukanya, ternyata kami sudah mendapat antrian ke-13! Alhamdulillah Naira tidur sepanjang antrian…walau akhirnya bangun beberapa antrian sebelum saya. Tapi, dia tidak menangis atau apapun, sibuk mengamati hal-hal menarik di sekitarnya. Kami pun sempat berkeliling mall dan makan siang, Naira pun tidak ribut atau apapun.

Saat ini, Naira sudah menunjukkan preferability perseorangan. Artinya, dia prefer sama saya dibandingkan sama yang lain heheu. Ini Alhamdulillah sekaligus Astaghfirullah. Artinya, saya disayang banget sama dia, jadi dia maunya ngapa-ngapain ya sama saya. Sekaligus, saya harus menomorsekiankan kegiatan saya yang lain di saat dia membutuhkan saya. Jadi gabisa gantian sama suami lagi kalau mau ngeboboin Naira, karena Naira cuma mau sama ibunya. Huhuhu. Kalau uda capek banget menjelang jam tidurnya, saya uda pasrah, cuma bisa istighfar tiap ngegendong anak yang hampir 7 kg ini beratnya.

Selain penglihatannya yang mulai sempurna dan kemampuannya menyeimbangkan dengan indera lainnya, Naira juga sudah aktif sekali bergerak! Dia suka menendang-nendang dan menggenggam apapun; yang akhirnya dimasukkan ke mulutnya. Dia sudah bisa memiring-miringkan badan, dan akhirnya menelungkupkan diri ke arah kiri; yang setelah itu menangis beberapa menit kemudian karena tidak bisa kembali terlentang. Dia sudah mulai menjulurkan lidah dan memainkan rahangnya di saat apapun; apalagi ketika ada barang yang bisa dimasukkan ke mulutnya. Katanya ini baik untuk persiapannya mengunyah.

Apalagi ya?

Dia sudah pintar tersenyum dan tertawa. Berteriak pula! Jadi saya dan suami senang ketika dia berteriak kegirangan; dan sedih ketika dia berteriak meraung menangis. Heheu. The perks of being parents ya, beginilah.

Yang paling saya suka adalah momen ketika dia menatap saya dan kemudian tersenyum senang. Kemudian dia berceloteh apapun, sedangkan saya cuma “iya nak… he em…” sambil mendengarkan.

Dia yang suka main. Dia yang kemudian mengantuk. Dia yang masih pengen main tapi sudah mengantuk, dan akhirnya kesel sendiri. Heheh, Nairaaa Naira. Masih tetap lucu, menggemaskan dan disayaaangg sama Abah Ibunya.

Semoga Abah Ibumu ini mampu untuk mendidik kamu menjadi hamba Allah yang sholehah ya Nak. Sehat-sehat yaa, anak Abah Ibu yang cantiik.