TLDR:

  1. Proses Registrasi: Download aplikasi, daftar dengan memoto KTP + NPWP (Jika punya) + Tanda Tangan
  2. Proses Aktivasi: Datang ke kantor Jenius terdekat dengan membawa KTP + NPWP (Jika ada)
  3. Menggunakan Jenius: Tersedia VCC bisa segera diaktifkan dan langsung digunakan, Kartu Fisik dikirim melalui jasa ekspedisi dengan jangka waktu tergantung domisili .

Fiuh, setelah menunda sekian lama, akhirnya minggu ini saya memutuskan untuk membuat akun Jenius karena kebutuhan yang mendesak. Bagi teman-teman yang belum familiar dengan Jenius, Jenius ini merupakan salah satu produk dari BPTN yang menyediakan layanan perbankan berbasis application. Semua layanan mulai dari transfer uang (kalau yang ini app bank lain juga bisa sih), request kartu, memindahkan uang ke rekening tabungan, semuanya bisa diakukan melalui aplikasi. Jadi misalkan kartu ATM ilang, kita tidak perlu ke bank, tinggal block kartu yang lama dan request kartu yang baru (handy banget buat orang kayak saya yang udah khatam bolak-balik ke kantor poliisi minta surat keterangan hilang ATM). Kalau mau lihat fitur lengkapnya silahkan buka di webnya aja ya karena banyak baget kalau harus dijelaskan disini: klik disini

Sebagian fitur Jenius

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, sebenarnya saya sudah memiliki niatan untuk membuat akun Jenius  lebih dari setahun yang lalu sebelum saya ke Inggris. Akan tetapi, karena pada saat itu waktu sudah mepet alias tinggal beberapa hari lagi sebelum saya ke Inggris, akhirnya saya memutuskan untuk membuat kartu lain yang bisa memenuhi kebutuhan utama saya untuk bertransaksi online, yakni kartu Secure Credit Card (SCC) dari Bank Sinarmas. Sialnya, ternyata SCC dari Bank Sinarmas pun pada akhirnya tidak bisa saya gunakan karena kartu baru sampai dirumah setelah sampai di Inggris dan harus diaktifkan terlebih dahulu sebelum bisa digunakan. 

Setahun pun berlalu dan minggu ini saya benar-bener membutuhkan sebuah kartu yang bisa saya gunakan untuk bertransaksi online karena saya ingin menggunakan layanan AWS dari Amazon. Saya masih ingat bahwa saya memiliki kartu SSC dari Bank Sinarmas, akan tetapi, saat itu saya beranggapan bahwa saya harus ke kantor cabang Bank Sinarmas dulu untuk mengaktifkan kartu kredit (yang kemudian terbukti salah akibat ketidaktelitian saya dalam membaca lembar petunjuk pengaktifan). Dengan anggapan demikian, selanjutnya saya befikir bahwa membuat akun Jenius akan lebih cepat karena sebelumnya saya telah Googling dan mendapati bahwa terdapat kantor Bank BTPN di Kecamatan saya yang bisa saya datangi untuk mengaktifkan akun Jenis saya. Sempurna. 

Saya pun kemudian keluar dari rumah dengan niatan untuk mendaftar Jenius ke Bank BTPN. Entah kenapa saat itu saya bodoh sekali karena beranggapan bahwa untuk mendaftar Jenius kita harus ke Bank terlebih dahulu. Untungnya di tengah jalan sebelum sampai ke Bank saya teringat bahwa mungkin saya harus mendaftar dulu melalui aplikasi sebelum ke Bank, sebuah dugaan yang ternyata benar. Saya pun akhirnya menepi sebentar untuk mendaftarkan diri di aplikasi jenius dan prosesnya ternyata sangat mudah. 

Proses Registrasi

Untuk mendaftar akun Jenis, dokumen yang dibutuhkan normalnya  adalah KTP + NPWP. Akan tetapi, berdasarkan informasi yang saya baca, kita tetap bisa mendaftar Jenius walaupun tidak punya NPWP dengan mengisi form tertentu. (Update: Berdasarkan info dari akun Twitter @JeniusConnect, bagi yang belum memiliki NPWP masih bisa mendaftar dengan mengosongi kolom nomor NPWP ketika pendaftaran dan membawa KPT + NPWP Orangtua (boleh fotokopi) ketika proses aktivasi).  Untung saja saat itu saya membawa KTP + NPWP saya dalam dompet sehingga saya bisa mendaftar Jenius dari atas motor di pinggir jalan. Daftarnya tinggal ambil foto selfie + foto KTP + foto NPWP + Foto tanda tangan. Nah, karena pada saat itu saya tidak punya tanda tangan yang bisa saya foto, saya memutuskan untuk mampir ke supermarket sebentar, membeli satu barang agar bisa meminjam bolpoin di kasir dan melakukan tanda tangan di kertas yang saya bawa untuk melengkapi dokumen yang saya butuhkan. Proses registrasi pun selesai dan saya tinggal mengaktifkan akun Jenius yang saya miliki.

 

Proses Aktivasi

Sebelum saya melanjutkan tentang proses aktivasi Jenius, mungkin ada yang bertanya-tanya, “Sebenarnya mengapa sih kita perlu mengaktifkan kartu Jenius? Mengapa akun kita tidak langsung aktif setelah kita submit dokumen?”

Jawabannya ada dalam peraturan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yang dikenal dengan sebutan “Know Your Customer” atau biasa disingkat dengan KYC. Pada intinya, peraturan dari BI ini menyatakan bahwa dalam proses pembukaan rekening, pihak Bank harus bertatap muka secara langsung dengan calon nasabah untuk mengurangi potensi penyalahgunaan rekening, sepertinya misalnya satu orang yang memiliki banyak rekening dengan enggunakan KTP palsu dan resiko yang minimal karena tidak perlu bertemu pihak Bank. Jadi sudah jelas kan?

Kembali ke proses aktivasi kartu Jenius. Bagi teman-teman yang tinggal di daerah Jabodetabek + Bandung (baru launching minggu kemarin), aktivasi bisa dilakukan dengan cara memanggil crew Jenius untuk datang ke tempat tinggal anda, jadi anda tida perlu repot-repot datang ke cabang BTPN terdekat. Berdasarkan informasi yang saya baca, setelah teman-teman memllih menu untuk melakukan verifikasi melalui crew Jenius, maka temen-teman akan mendapatkan konfirmasi dalam jangkan waktu 1×24 jam untuk menetapkan waktu janjian dengan crew Jenius yang akan datang ke rumah temen-temen.

Nah bagi yang tinggal di luar Jabodetabek +Bandung seperti saya saat ini, fasilitas penjemputan oleh crew Jenius tersebut tidak ada sehingga kita harus datang sendiri ke cabang BTPN terdekat untuk melakukan verifikasi. Pada awalnya berencana utnuk melakukan verifikasi di BTPN kecamatan karena sebelumnya saya telah googling dan menemukan keberadaan 1 cabang BTPN di kecamatan saya. Akan tetapi rencana saya gagal karena setelah sampai di alamat BTPN tersebut, saya mendapati kondisi kantor dalam keadaan tutup. Saya menduga bahwa kantor BTPN tersebut sudah tutup permanen karena pada saat itu jam sudah menunjukkan pukul 10 lebih dimana kantor Bank seharusnys sudah buka.

Karena BTPN kecamatan sudah tutup, pilihan saya satu-satunya adalah pergi ke cabang BTPN yang terletak di Kota, panas sih, tapi saya sudah tidak memiliki pilhan lain. Berbekal motor pinjaman akhirnya saya pun pergi ke kota kabupten yang bisa ditempuh dengan sepeda motor dalam jangka waktu kurang lebih 30 menitan.

Setelah sampai di BTPN Bojonegoro, saya pun langsung masuk dan disambut oleh Bapak Satpam yang kelihatannya sudah berumut.

“Ada yang bisa saya bantu Mas?”

“Iya Pak, saya mau mengktifkan Jenius, salah satu produk BTPN Pak”

“Apa Mas? Jenius? Itu bener produk BTPN kan Mas? Bukan BTN?”

“Iya Pak bener BTPN kok”

“Oh yaudah kalau gitu masuk aja Mas nanti langsung ke counter ya”

Saya bisa memahami ketika Bapak Satpam tersebut tidak mengetahui tentang Jenius, maklumlah Jenius kan produk baru dan ini juga di kota kecil. Saya pun kemudian masuk dan menunggu sambil duduk karena di counter masih ada pelanggan lain, walaupun secara umum kondisi Bank sangat sepi, terhitung cuman ada 3 nasabah pada saat itu termasuk saya.. Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya pelanggan di counter menyelesaikan transaksinya dan saya pun kemudian menuju counter.

“Mbak, mau aktifin Jenius”

“Oh kalau itu ke bagian customer sevice Mas di sebelah ya”

“Oh oke Mbak”

Ternyata saya salah masuk antrian. Bapak Satpam yang melihat saya pun langsung bereaksi dan meminta saya untuk menunggu di antrian CS yang pada saat itu hanya dibuka 1 counter dan sedang melayani nasabah yang lain. Tak berapa lama kemudian, datang pegawai lain yang membuka 1 counter lagi dan saya pun langsung menuju kesana setelah dipersilahkan oleh Bapak Satpam.

“Ada yang bisa saya bantu Mas”

“Saya mau ngantifin Jenius Mas”

“Oh, bentar ya Mas”

Lalu si Masnya menoleh ke Mbak pegawai CS di sebelahnya yang kelihatannya lebih senior, meminta petunjuk apa yang harus dilakukan. Saya menduga si Masnya belum familiar dengan prosedur aktivasi Jenius yang kemudian diamini oleh Masnya ketika proses sudah selesai, “Maaf ya mas soalnya yang ngaktifin Jenius disini ngga banyak”.

Proses aktivasi sendiri sangatlah mudah walaupun sedikit agak lama karena mesin fotokopi di Banknya lagi error, tapi karena saya saat itu tidak terburu waktu,  jadinya ngga terlalu bermasalah. Untuk melakukan proses aktivasi kita tinggal menyerahkan KTP + NPWP dan menandatangani form aktivasi yang diberikan oleh Masnya. Oh ya, saya juga sempat ditanya oleh petugas CS yang lain dari mana sumber uang untuk tabungan ini, apakah dari orang tua atau uang sendiri, yang kemudian saya jawab uang sendiri. Dugaan saya Jenius ini hanya bisa dibuka oleh mereka yang punya penghasilan sendiri, tapi ini baru asumsi lho ya, perlu di cross check karena tanpa NPWP pun sebenarnya kita masih bisa buka rekening Jenius. 

Setelah proses aktivasi selesai, saya diberitahu bahwa nanti saya akan mendapatkan konfirmasi lewat email dalam jangka waktu maksimal 3×24 jam bahwa kartu sedang dalam proses aktivasi. Jika saya tidak mendapatkan email tersebut, saya diminta untuk menghubungi CS Jenius karena pada minggu sebelumnya ternyata sempat ada error dari kantor pusat. Saya sendiri mendapatkan email konfirmasi beberapa jam setelah itu, jadi semua proses hingga saat ini berjalan dengan lancar.

Email konfirmasi bahwa akun Jenius sudah aktif

Menggunakan Jenius

Setelah proses aktivasi selesai, saya pun kemudian langsung pulang. Sesampainya dirumah, saya kemudian mengecek HP saya dan mendapatkan konfirmasi bahwa akun saya sudah aktif. Setelah mengetahui hal tersebut, saya pun mencoba berbagai fitur yang dimiliki oleh Jenius, terutama fitur Card.

Sebagaimana yang telah saya tuliskan sebelumnya, alasan utama saya mendaftar Jenius adalah karena saya ingin menggunakan untuk bertransaksi online. Sehingga saya pun langsung mencoba fitur card yang dimiliki oleh Jenius. Awalnya saya berfikir bahwa saya tidak akan bisa  langsung menggunakan kartu dari Jenius karena kartu masih dalam proses pengiriman, akan tetapi hal tersebut ternyata salah karena Jenius juga memiliki fitur VCC (virtual credit card) yang diberi nama e-card. Saya sendiri sudah cukup familiar dengan VCC karena pernah memiliki akun Payooner dimana kita bisa membuat beberapa VCC dalam satu akun. Pada intinya, VCC tidak terlalu berbeda dengan CC, perbedaannya hanya pada VCC kita tidak memilii kartu fisiknya sehingga hanya bisa digunakan untuk transaksi online. Akan tetapi untuk teman-teman yang ingin mendaftar PayPal, sebagiknya tidak menggunakan VCC karena PayPal tidak terlalu suka dengan VCC dan beresiko akun bisa di blokir.

Setelah mengetahui kalau ternyata Jenius mempunyai VCC, saya pun langsung mengaktifkan VCC tersebut dan menggunakannya untuk membeli barang di Aliexpress. Kebetulan pada hari tersebut saya sedang ada order. Hasilnya? transaksi bisa berjalan dengan mulus dan order pun bisa di penuhi. Dengan demikian saya tidak perlu lagi menggunakan akun Doku untuk bertransaksi di Aliexpress. Sudah lelah saya karena sangat tidak efisien dan sering ada masalah dengan customer service yang tidak responsive. Oh ya, sebelum melakukan transaksi tentu saja saya harus mengisi saldo Jenius yang bisa dilakukan dengan melakukan transfer antar Bank ke rekening BTPN sebagai induk dari Jenius.

3 Jenis Kartu Jenius (sumber: Jenius.com)

Selain itu, hal lain yang saya lakukan adalah mengaktifkan 2 kartu x-card yang disediakan oleh Jenius. Dalam sistem kartu Jenius, terdapat 3 jenis kartu yang bisa kita miliki, yakni m-card (kartu utama kita), e-card (vcc), dan x-card (karu tambahan) dimana untuk x-card kita bisa meminta hingga 3 buah kartu yang memudahkan kita untuk melakukan perencanaan keuangan. Misalkan kartu x1 hanya digunakan untuk pembelian tiket pesawat dan x2 hanya untuk belanja. Atau bisa juga kartu tersebut diberikan ke saudara/anak sehingga sehingga kita tidak perlu membuka akun baru dan bisa memantau pengeluaran yang dilakukan dengan mudah. Untuk pengiriman kartu fisik biasanya akan diterima dalam 3-5 hari tergantung domisili dan kita akan mendapatkan notifikasi ketika kartu telah dikirim.

Email pemberitahuan bahwa kartu sedang dalam proses pengiriman

Kiriman Amplop dari Jenius yang berisikan kartu fisik dan petunjuk penggunaan

Demikian sharing pengalaman saya proses pembuatan kartu Jenius. Kesan pertama saya sangat positif dan so far saya puas dengan fitur yang diberikan. Masih banyak fitur lain yang saya kira sangat menarik seperti payWave (kalau di UK namanya Contactless) yang memunginkan untuk melakukan pembayaran di terminal dengan hanya menempelkan kartu, split billing, atau transfer sesama pengguna jenis yang hanya membutuhkan username. Dengan proses pendaftaran yang mudah dan layanan jemput bola, bagi temen-temen yang ada di Jabodetabek + Bandung jangan ragu kalau mau daftar. Sisihkan waktu sekitar 10 menit dan semua akan selesai tanpa perlu effort yang berlebihan.  I’m definitely impressed with this service.