Masih hari kedua di Ubud.

Setelah pagi hari kami mampir ke Ubud Campuhan Ridge Walk, malamnya Mas Suami pengeen banget nonton Tari Kecak.

“Padahal keliatannya biasa gitu ya Dek, tapi pas aku liat ada yang tampil nari pas acara LPDP, nonton live itu rasanya keren banget.”

Iya Mas, aku juga pas nonton JKT48 nari dan penonton ikut “OY OY OY”, rasanya amaze gitu. Eh maksudnya…pas nonton temen aku tampil nari Tradisional Jawa di salah satu acara kampus ITB, rasanya tentram banget. Jemarinya lentik, badannya lentur dan gemulai, mukanya itu lho, kelihatan ayu.

Rupa-rupanya setiap malam di pura-pura Ubud, banyak diselenggarakan traditional dance performance: Kecak Dance, Fire trance, Barong Dance, Legong Dance, banyak deh! Buat jadwal lengkapnya bisa dibuka di sini: http://www.balitrips.net/balinesedances/ubuddance-performances.html

Karena Mas pengen banget nonton Tari Kecak, kami langsung mencari Pura mana yang mempertontonkan tarian tersebut. Sayangnya, kami salah buka website jadwal pertunjukkan tarian, karena dari website tersebut kami dapetnya ke Pura Dalem Agung. Nah, Pura Dalem Agung ini di dalam Google Maps ada di sebelah selatan Monkey Forest. Begitu dicari di sekitar sana dan nanya ke penduduk sekitar, rupanya tidak ada yang namanya Pura Dalem Agung! Adanya Pura Dalem Ubud!

Karena waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 (pertunjukan tari serentak diadakan pukul 19.30), kami nyasar di antah berantah, dan belum beli tiket, akhirnya kami menuju ke Pura Dalem Ubud, yang letaknya di sebelah Utara Barat Monkey Forest.

Sampai di sana pukul 19.10, kami memarkirkan motor. Begitu melihat poster, ternyata yang pertunjukannya Tari Barong, bukan Tari Kecak. Melihat muka Mas yang lesu karena beliau pengeen banget nonton Tari Kecak dan saya paling ga bisa liat muka beliau sedih, jadilah saya googling ulang mencari di mana tempat Tari Kecak ini. Rupanya ada satu yang dekat, di Pura Taman Sari. Langsung kami cus ke sana.

19.20. Rasanya lega belum telat. Begitu kami parkir motor, sudah ada ibu-ibu yang mendatangi kami dan menawarkan tiket untuk menonton Tari Kecak. Satu tiket seharga 75 ribu rupiah. Ini bukan calo kok, memang tiketnya harganya segitu (terima kasih atas informasinya, Trip Advisor!) dan agen tiketnya memang individual yang nongkrong keliling-keliling di jalan sekitaran tempat pertunjukkan.

Mas Suami dan saya memasuki Pura Taman Sari setelah menyerahkan tiket, dan mengambil spot tempat duduk bukan yang paling depan (karena kan ada Fire Dance, kabarnya kalau paling depan bisa kena bara api yang akan digunakan untuk tarian), namun tetap nyaman untuk mengambil gambar. Meski bukan hari libur, namun penontonnya lumayan banyak, sekitar belasan orang dan yang bukan orang barat hanya Mas Suami dan saya. Tempat pertunjukannya hanyalah pelataran Pura biasa, tanpa dinding, hanya berupa ruangan terbuka. Kursinya hanya kursi plastik biasa, dibuat bertingkat menggunakan kayu. Disediakan lighting untuk pertunjukan ala kadarnya. Di sisi yang menghadap jalan, dipasang layar hitam, sepertinya untuk menutupi jika ada pemain yang sedang bersiap atau lalu lalang di sebelah panggung.

Tari Kecak. Doc: Pribadi.

Tari Kecak. Doc: duasajadah.com.

Mas suami dan saya sangat menikmati pertunjukan tari tersebut yang berjalan sekitar satu jam. Bagi saya sendiri, menonton Tari Kecak tersebut sambil menebak-nebak alur ceritanya dari gerakan tarinya, raut muka pemainnya, kostum yang digunakan. Di salah satu review yang saya baca, katanya di depan pintu masuk kami diberi semacam selebaran yang menjelaskan tentang cerita tarian tersebut. Namun, mungkin kami melewatkannya. Meski tidak tahu dengan jelas ceritanya, tapi setidaknya saya bisa menangkap garis besar cerita yang disajikan. Apalagi melihat tarian khas Bali: lirikan mata, gerakan tangan yang diangkat sejajar bahu, lenggokan tubuhnya, yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan tarian Jawa. Yaa, gini-gini saya dulu pernah dikit-dikit belajar Tari Jawa.

Jadii buat yang iseng-iseng pengen belajar tradisionalnya Bali di Ubud, ada satu pilihan nih, yaitu nonton pertunjukan tari yang available setiap malam! Tinggal milih aja, mau hari apa, tari apa, tempatnya di mana. Harganya mayoritas sama dan jam mulainya juga. Seruu, lumayan juga nambah-nambah wawasan dan kenalan baru (siapa tau ada yang mau kenalan sama yang nonton atau sama yang tampil, hehe).