Tulisan ini merupakan  bagian dari Diary Shopify, sebuah channel telegram yang membahas tentang cerita kehidupan sehari-hari seorang pedagang Shopify. Untuk bergabung dalam channel tersebut silahkan klik link berikut ini : klik disini


 

Assalamualaikum Wr Wb,

Halo semuanya!

Duh maaf banget nih baru sempet buat upload tulisan ini sekarang, padahal rencanaya udah dari 2 hari lalu. Semoga dimaafkan ya. Pada kesempatan kali ini saya ingin memberikan penjelasan mengenak 2 teknik yang bisa digunakan dalam memulai dropshipping Shopify. Mengapa saya katakan saat memulai? Karena ketika dropshipping Shopifynya sudah settle alias sudah stabil, maka teknik yang digunakan akan mengarah ke 1 teknik saja, yakni dengan Ads Growth.

Mengapa saya ingin memberikan penjelasan tentang 2 teknik ini? Karena hal ini terkait dengan metode yang saya gunakan, yakni metode organic growth (ini nama yang ngasih saya sendiri sendiri, hahaha) yang sudah saya praktekkan 3 minggu kebelakang ini. Metode ini memang sepertinya kurang popular di kalangan pemain IM di Indonesia (sok tahu banget ya), karena biasanya mastah-mastah kayak Mas Eka, Mas Army, dan Agan Khalid menggunakan metode Ads Growth yang menggunakan Facebook Ads dari pertama kali menjalankan dropshipping di Shopify.

Oke, tanpa basa basi lagi, mari kita langsung masuk ka materi pembahasa 2 teknik yang sudah saya jelaskan tadi:

1. Organic Growth

Organic Growth, sesuai dengan namanya, merupakah sebuah metode dropshipping Shopify yang mengandalkan pertumbuhan secara alami di awal-awal masa berjualan, dimana kita tidak harus mengeluarkan iklan untuk mendapatkan sales. Jadi yang dilakukan hanyalah mengupdate akun tiap hari seperti halnya olshop-olshop biasa, dan sales akan datang dari organic post tersebut.

Walaupun namanya Organic Growth, disini kita tetap menggunakan iklan untuk mempercepat akselerasi bisnis yang kita jalankan. Yang membedakan dengan Ads Growth adalah disini kita tidak menggunakan Facebook Ads untuk beriklan, namun dengan menggunakan metode lain. Nanti akan tulisakan dibawah untuk lebih jelasnya. Jadi baca sampai habis ya ^^

Saya sendiri menggunakan metode ini setelah terinspirasi dari sebuah postingan yang saya temukan di reddit, tentang seorang yang menggunakan Instagram sebagai media untuk berjualan produk dropshipping yang ia miliki (link postingan). Dari hasil berjualan selama 1 bulan secara organic tersebut, pemilik thread ini mengaku berhasil mendapatkan revenue hingga $3000. Sebuah jumlah yang saat itu cukup untuk membuat saya mengeluarkan kemampuan stalking saya untuk mengetahui segala hal yang dilakukan oleh pemilik thread. Ya walaupun hasilnya tidak sebanyak beliau, tapi lumayan lah karena paling ngga udah bikin saya balik modal sambil belajar-belajar juga kan ya. :p

Alasan lain saya menggunakan metode ini adalah karena saya ga punya modal yang banyak seperti yang dikatakan oleh Agan Khalid kalau mau make metode Ads growth (kalau yang follow channel Agan Khalid pasti tahu modalnya berapa ^^), jadinya ya pokoknya yang penting action deh, daripada diem aja, iya apa iya? J

Lalu gimana cara mulainya Mas?

Satu hal yang tidak saya sadari sebelum mengetahui postingan dari reddit itu adalah bahwa kita masih bisa berjualan dengan menggunakan metode organic, tidak perlu ngiklan. Namun tentunya kekurangan dari metode ini adalah kita tidak bisa langsung untung besar, perlu waktu yang cukup lama, namanya juga organic, tidak bisa langsung di-scaling.

Kata kuncinya hanya 1 , reach organic. Nilai reach organic dari Instagram masih cukup besar dan bisa diandalkan untuk dapat muncul di newsfeed follower kita

Kunci pertama dari metode ini adalah pemilihan media sosial dimana kita akan berjualan. Berbeda dengan mastah-mastah Shopify yang selama ini menggunakan Facebook Fan Page, ketika menggunakan metode ini media terbaik yang bisa kita gunakan adalah Instagram. Mengapa? Kata kuncinya hanya 1 , reach organic. Nilai reach organic dari Instagram masih cukup besar dan bisa diandalkan untuk dapat muncul di newsfeed follower kita, yang kemudian bisa meningkatkan engagement post kita dan kemungkinan produk kita untuk dibeli (kalau produk kita aja udah ga dilihat gimana mau dibeli, ya kan?), yang kemudian bisa membuat akun kita berkembang secara alami. Sebenarnya bisa aja sih kalau mainnya pake Facebook, cuman menurut saya effortnya jauh lebih besar kalau pake Facebook karena walaupun dengan jumlah follower yang besar, hanya akan ada sebagian kecil dari fans kita yang melihat postingan kita, sehingga ketika kita tidak sedang beriklan di  Facebook maka kemungkinannya kecil sekali bagi kita untuk mendapatkan sales.

All hail Instagram organic reach (sumber: Selstartr.com Infographic)

All hail Instagram organic reach (sumber:Selstartr.com Infographic)

Berita buruknya, saat ini Instagram sudah mulai mengaplikasikan algoritma newsfeed yang mereka terapkan di Facebook, yang mengakibatkan tidak semua post akan muncul secara chronological, melainkan hanya post-post berengagement tinggilah yang muncul di news feed follower kita. Namun berita baiknya, persaingan di Instagram itu tidak seramai di newsfeed Facebook jika dilihat dari jumlah orang yang di follow oleh seseorang x jumlah post yang dihasilkan oleh setiap orang yang di follow. Paham kan?

Intinya, kalau mau main organic, bikin akunnya di Instagram, bukan di Facebook fanpage.

Lalu gimana cara promosinya Mas? Kan tadi katanya gapake Facebook Ads?

Nah, kalau di akun Facebook Fanpage kita biasanya make Facebook Ads, kalau di Instagram kita makenya Buzzer. Pasti temen-temen yang make olshop udah makan asam garam lah ya sama yang namanya Buzzer.  Buzzer itu adalah akun yang jumlah followernya gede yang bisa mempromosikan akun jualan yang kita miliki. Enaknya make buzzer dibandingkan dengan Facebook Ads itu adalah biaya yang sangat murah.

Kalau saya kemarin sih dapet sales revenue sebanyak $300 dari hasil iklan $15 ini. Lumayan banget kan? Berapa tuh ROI-nya :p

Berdasarkan pengalaman saya (juga berdasarkan hasil baca pengalaman thread reddit yang tadi jadi inspirasi saya) biasanya biaya untuk buzzer dalam sekali post itu $15-$20 untuk akun dengan jumlah follower 70-100 ribu. Berdasarkan pengalaman saya, dengan jumlah follower sebanyak itu biasanya kita dapet 150-200 follower + 500 visitor web. Tapi yang paling penting tentu saja conversionnya ke yang beli, percuma kan ya kalau masuk ke web tapi ngga beli.  Kalau saya kemarin sih dapet sales revenue sebanyak $300 dari hasil iklan $15 ini. Lumayan banget kan? Berapa tuh ROI-nya :p

Dua hal penting yang sangat perlu diperhatikan ketika mencari buzzer adalah relevansi dan engagement. Relevansi berkaitan dengan seberapa terkait buzzer yang kita pilih dengan produk yang kita promosikan. Kalau istilah Facebook Ads-nya ketika Targeting harus memilih interest yang sesuai. Misalkan kita jualan produk kosmetik, ga mungkin kan nyari buzzer nya ke pembalap atau designer grafis, begitulah. Intinya semakin relevan buzzernya semakin baik. Kemudian engagement terkait dengan seberapa besar buzzer kita mempunyai influence ke followernya. Biasanya ini saya gunakan untuk membedakan mana akun yang bener-bener mempunyai follower yang real dan mana akun yang followernya beli. Kelihatan banget. Persentase jumlah like yg cukup bagus itu sekitar 3-5%, kalau lebih dari itu mah udah top banget berarti buzzernya.

Screen Shot 2016-07-03 at 9.03.39 AM

Kalau engagement buzzernya bisa kayak Mas yang satu ini sih ganteng banget, hahahaha

Oke, jadi inti poin yang kedua adalah kita ngiklan juga, tapi dengan menggunakan buzzer instead of Facebook Ads. 

Dengan metode ini, kira-kira untungnya seberapa besar Mas?

Keuntungan itu sebenarnya sangat bervariasi. Kalau lihat dari pengalaman thread reddit yg say abaca, ia bisa dapet revenue sampai $3000-an di bulan pertama, sementara saya dari 3 minggu ini cuman dapet $1000 dengan profit sekitar $500. Tapi kalau dilihat dari modal awalnya, kira-kira penghitungan modal saya seperti ini:

  1. Akun shopify 1 bulan: $25
  2. Akun oberlo 1 bulan: $15
  3. Domain domosquare.com: 95 ribu
  4. Buzzer pertama : $15

Bahkan sebenarnya Shopify dan Oberlo bisa ngga dihitung karena ketika memulai 2 2 nya masih gratis, kan ada trial 15 hari pertama yang kalau misalkan ga ngasih untung rencananya trialnya saya berhentikan dan saya akan bikin akun baru. Tapi karena Alhamdulillah saya untung ya dilanjutkan saja, hehe.

2. Ads Growth

Metode kedua yang pasti sudah familiar di kalangan teman-teman yang mengikuti channel Mas Eka Bagus, Mas Army, dan Agan Khalid adalah metode Ads Growth. Seperti nama Organic Growth, nama Ads Growth itu saya ngarang-ngarang sendiri, jadi jangan dicari di Google yak arena ga akan nemu, hahahha.

Intinya Ads Growth itu adalah sebuah metode memulai Dropshipping Shopify dengan menggunakan Facebook Ads sejak pertama kali, langsung tancap gas lah. Untuk dapat mengaplikasikan metode ini, maka temen-temen harus memiliki modal yang cukup banyak. Banyaknya seberapa, itu tergantung seberapa cepat teman-teman menemukan pola iklan yang sesuai. Semakin cepet semakin sedikit modalnya, semakin lama ya siap-siap aja buat puasa tiap hari :p

Tujuan dari Metode Ads Growth

Tujuan yang ingin dicapai ketika melakukan metode Ads Growth adalah menemukan winning campaign, sebuah istilah yang juga berlaku ketika teman-teman bermain dengan Teespring. Apakah yg dimaksud dengan Winning Campaign? Winning campaign adalah sebuah Facebook Ads yang mempunyai biaya ads lebih rendah dibandingkan dengan profit yang didapatkan ketika produk yg diiklankan terjual. Katakanlah untuk menjua sebuah produk kita membutuhkan biaya iklan rata-rata sebesar $5, tapi profit yang dihasilkan dari produk tersebut sebesar $10, maka itu adalah sebuah winning campaign karena kita masih untung $5 ketika produk itu terjual.

Keuntungan dari metode ini adalah scalabilitas, dalam artian iklannya bisa langsung di diperbesar budgetnya untuk mendapatkan profit yang lebih tinggi. Mengapa bisa di scale? Karena materi Ads nya udah teruji baik dari segi audiencenya maupun segi konten iklannya (gambar dan copywriting). Sebagai contoh, misalkan dengan menggunakan budget $50 kita bisa menjual 10 item, maka dengan menggunakan budget $100 jumlah item yang bisa kita jual kurang lebih 20 item. Jika dari 10 item kita dapat profit $50, maka dari 20 item kita bisa dapet profit $100.

Split testing untuk mendapatkan formula Ads yang tepat

Split testing untuk mendapatkan formula Ads yang tepat (Sumber: Adespresso.com)

Tapi untuk mendapatkan Winning Campaign bukanlah perkara mudah, karena untuk mendapatkan formula yang tepat dari audience, copywriting, dan photo. Dan untuk mendapatkan formula yang tepat itu biasanya dilakukan A/B testing, sehingga tak heran jika dengan metode ini biaya yang dikeluarkan lumayan besar.

Kesimpulan

Jadi untuk memulai bisnis dropshipping di Shopify terdapat 2 metode yang bisa digunakan, yakni Organic Growth dan Ads Growth, dimana masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Kalau Organic Growth bisa dilakukan dengan modal yang minim, namun perkembangannya akan cukup lambat. Sedangkan dengan cara Ads Growth, kita bisa mendapatkan pertumbuhan yang sangat cepat namun dengan modal yang tidak sedikit.

Huft. Akhirnya selesai juga. Demikian penjelasan saya mengenai 2 metode dalam memulai bisnis dropshipping Shopify yang saya ketahui. Jika ada typo-typo mohon dimaafkan ya, hahahaha. Terus kalau ada kalimat yang kurang mengerti bisa ditanyakan juga di komen. Yang lebih penting, kalau ada penjelasan saya yang salah tolong banget saya dikasih tahu ya, karena saya juga masih dalam proses pembelajaran ini, masih banyak hal yang belum saya ketahui.

Untuk selanjutnya saya berencana untuk menulis tentang “Apa yang Harus Dipersiapkan untuk Memulai Bisnis Dropshipping Shopify” dan juga penjelasan lebih lanjut tentang Organic Growth yang telah saya praktekkan. Doakan saja semoga saya ga males sehingga tulisannya cepet keluar. Aaamiiin.

Oh ya terakhir, Selamat Lebaran bagi teman-teman yang merayakan 🙂

Salam,

Faiz