Catatan: Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi penulis ketika mengikuti seleksi LPDP pada bulan Mei 2015. Mengingat peraturan LPDP yang sering mengalami perubahan, mungkin terdapat beberapa bagian dari tulisan ini yang tidak relevan lagi. Oleh karena itu dimohon untuk tidak menggunakan tulisan ini sebagai satu-satunya sumber dan tetap mencari tulisan terbaru lainnya. Bagi temen-temen yang ingin memberikan update mengenai hal-hal yang perlu diperbarui dalam tulisan ini silahkan ditulis di kolom komentar. Terima kasih ^^


 

Halo teman-teman pemburu beasiswa LPDP, pada artikel ini saya akan membahas mengenai tips serta trik yang bisa teman-teman lakukan untuk mempermudah sesi wawancara yang akan dihadapi oleh teman-teman semua. Saya tidak memberikan jaminan bahwa setelah membaca artikel ini, teman-teman akan pasti mendapatkan hasil yang gemilang dalam sesi wawancara. Yang saya jamin adalah setelah membaca artikel ini teman-teman akan memperoleh bayangan tentang seperti apa sih sesi test wawancara LPDP dan hal apa saja yang dapat teman-teman siapkan untuk menghadapinya.

Untuk memudahkan teman-teman dalam memahami artikel ini, pembahasan dalam artikel ini akan dibagi menjadi 3 bagian, yakni

  1. Tentang test wawancara LPDP
  2. Persiapan sebelum wawancara
  3. Hari pelaksanaan wawancara.

Tentang test wawancara LPDP

Jadwal pelaksanaan wawancara

Jadwal pelaksanaan wawancara akan dikirimkan ke peserta melalui email, bersama dengan jadwal verifikasi berkas dan LGD . Waktu pelaksanaan wawancara bisa dalam hari yang sama dengan waktu pelaksanaan LGD dan registrasi ulang, namun juga bisa dilaksanakan di hari yang berbeda. Waktu yang dialokasikan untuk wawwancara sebanyak 45 menit, namun pada kenyataannya banyak yang selesai juga dalam waktu 20-30 menit, semuanya tergantung dari proses wawancara yang dilakukan.

Jadwal pelaksanaan wawancara adalah sudah tetap dan tidak bisa diubah apapun alasannya. Untuk teman-teman yang telah bekerja, pastikan bahwa teman-teman telah mandapatkan izin cuti dari kantor pada hari pelaksanaan wawancara. Jika memang harus mengajukan izin ke kantor, ajukan segera setelah mendapatkan jadwal pelaksanaan wawancara dari panitia LPDP. Kesempatan untuk mengikuti beasiswa LPDP jika telah sampai pada tahap wawancara hanya 2 kali, sehingga saya sekali jika tidak bisa mengikuti wawancara hanya karena tidak mendapatkan izin dari kantor

Ruangan Wawancara

Jangan membayangkan bahwa interview LPDP dilakukan di sebuah ruangan kecil dimana hanya akan terdapat anda dan interviewer. Wawancara dilakukan di sebuah ruangan besar yang di dalamnya dibagi menjadi beberapa kelompok interview yang tidak dibatasi oleh apapun. Jadi ketika masuk ke dalam ruangan, anda bisa melihat calon peserta lain yang sedang diwawancara oleh interviewernya masing-masing.

Pada setiap kelompok wawancara, akan terdapat sebuah meja panjang, 3 kursi untuk interviewer, dan satu kursi untuk anda. Sebagai bayangan, anda akan berhadapan dengan 3 orang interviewer dan diantara anda dan interviewer akan terdapat sebuah meja panjang yang digunakan oleh interviewer untuk melihat

informasi tenteng diri anda berdasarkan data dari pantiai LPDP serta untuk mencatat jawaban-jawaban yang anda berikan selama proses wawancara sedang berlangsung.

Interviewer

Dalam sesi wawancara LPDP akan terdapat 3 orang interviewer yang akan bertanya kepada anda. 3 orang interviewer tersebut terdiri dari 2 orang dosen dan 1 orang psikolog. Dosen akan bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan akademis seperti alasan dibalik pemilihan jurusan dan universitas sedangkan psikolog akan memberikan pertanyan terkait kehidupan teman-temen seperti terkait keluarga yang teman-teman miliki dan bagaimana kehidupan anda selama ini .

Setiap peserta akan mendapatkan dosen interviewer sesuai dengan bidang yang dipilih. Jika teman-teman akan memasuki jurusan yang berkaitan dengan bidang ekonomi, maka dosen pewawancaranya pun akan mempunyai latar belakang di bidang akademik ekonomi. Hal ini berbeda dengan teman-teman yang memilih jurusan yang masuk dalam kategori “lainnya” dan “teknik”, dosen yang melakukan wawancara tidak akan selalu sesuai dengan bidang yang teman-teman pilih. Katakanlah teman-teman memilih jurusan di bidang seni, bisnis, atau lingustik, maka teman-teman tidak akan selalu mendapatkan pewawancara yang mengerti di bidang tersebut. Hal ini juga berlaku pada bidang teknik yang mempunyai percabangan yang sangat luas.

Bahasa dalam Interview

Bahasa yang digunakan dalam interview akan sangat tergantung dari interviewer yang melakukan wawancara. Pada test interview yang saya jalani, Bahasa Inggris hanya digunakan di tahap awal wawancara ketika saya diminta untuk memperkenalkan diri dan menyebutkan alasan mengapa saya memilih jurusan dan universitas yang saya tuju. Setelah itu, wawancara dilakukan dengan menggunakan bahasa Indonesia. Meskipun demikian, ada juga peserta yang 90% test interview nya menggunakan bahasa Inggris. Salah saeorang teman saya yang berasal dari Solo bahkan bercerita bahwa ia sempat menggunakan Bahasa Jawa dalam interview karena kebetulan interviewer-nya orang jawa dan beliau memberikan pertanyaan dalam bahasa Jawa.

Bagi teman-teman yang negara tujuan studinya tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama (walaupun kuliahnya menggunakan bahasa inggris), ada kemungkinan bahwa teman-teman akan diminta untuk menunjukkan kemampuan teman-teman dalam menggunakan bahasa utama di negara tersebut. Semisal teman-teman ingin melanjutkan studi ke Jepang, maka teman-teman akan diminta untuk mempraktekkan kemampuan dalam bahasa Jepang . Oleh karena itu, teman- teman bisa berlatih sedikit tentang bahasa di negara tujuan, paling tidak untuk memperkenalkan diri sehingga ketika nanti diminta untuk berbicara dalam bahasa tersebut ketika interview, teman-teman bisa melakukannya.

Persiapan sebelum wawancara

1. Menuliskan essay dengan jelas dan mudah dimengerti

Menuliskan essay tentang peran teman-teman terhadap bangsa Indonesia, rencana studi, dll merupakan salah satu syarat wajib yang harus teman-teman lakukan untuk lolos dalam tahap adminstrasi. Yang perlu teman-teman perhatikan adalah teman- teman harus memastikan bahwa essay dibuat dengan sepunuh hati sehingga teman- teman benar-benar mengetahui apa yang teman tulis, bukan sekedar tulisan yang dibuat untuk memenuhi syarat untuk lolos seleksi administrasi.

Mengapa essay menjadi hal yang penting untuk keperluan test wawancara?

Karena poin-poin yang teman-teman tuliskan dalam essay kemungkinan besar akan menjadi salah satu hal yang akan ditanyakan dalam test wawancara LPDP. Coba bayangkan ketika teman-teman berada dalam posisi sebagai interviewer dan bertanya kepada calon penerima beasiwa LDPP tentang essay yang ia buat. Ketika paeserta tidak memberikan jawaban yang memuaskan terkait dengan essay yang ia buat, pasti teman-teman akan ragu untuk memberikan rekomendasi agar peserta tersebut mendapatkan beasiswa LPDP.

Meskipun penulisan essay merupakan syarat yang harus dipenuhi di awal, namun essay memberikan dampak yang besar di akhir. Essay layaknya sebagai sebuah senjata yang teman-teman gunakan untuk perang. Dengan memiliki essay yang bagus dan telah teman-teman pahami dengan baik, maka teman-teman telah memiliki modal awal yang bagus ketika memasuki ruangan wawancara.

2. Berlatih, catat pertanyaan yang mungkin keluar dan ajak teman anda untuk berbicara

Berlatih merupakan hal yang saya rekomendasikan untuk temen-teman lakukan sebelum hari wawancara. Latihan bertujuan untuk membuat teman-teman lancar dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang nantinya diajukan oleh interviewer. Oleh karena itu, pastikan sebelum latihan teman-teman telah memiliki daftar pertanyaan yang kira-kira akan diajukan oleh interviewer dan cari jawaban yang kira- kira bisa meyakinkan interviewer. Beberapa pertanyaan yang penting yakni terkait dengan alasan pengambilan jurusan dan apa yang teman-teman bisa lakukan untuk Indonesia setelah lulus dari program beasiswa yang diberikan oleh LPDP.

Latihan bersama teman menjadi hal yang begitu penting untuk berjaga-jaga jika wawancara dilakukan dalam bahasa Inggris. Bagi sebagian orang, termasuk saya sendiri, berbicara dalam bahasa inggris tanpa persiapan sama sekali merupakan hal yang buruk. Hal yang pasti harus teman-teman kuasai adalah memperkenalkan diri dalam bahasa inggris karena seminimal-minimalnya, teman-teman akan diminta untuk memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris.

3. Siapkan semua dokumen yang dibutuhkan

Ketika memasuki ruangan wawancara, teman-teman akan diminta untuk menitipkan tas yang dibawa ke tempat penitipan. Handphone juga tidak diperkenankan untuk dibawa ketika wawancara berlangsung. Meskipun demikian, teman-teman diperbolehkan untuk membawa map yang berisikan dokumen-dokumen yang sekiranya dibutuhkan ketika wawancara berlangsung.

Ingat, setiap peserta akan mengalami pengalaman interview yang berbeda dengan peserta yang lainnya, dimana hal ini sangat tergantung dari pertanyaan yang diajukan oleh interviewer. Ada peserta yang tidak diminta untuk menunukkan apapun ketika interview sedang berlangsung (seperti saya contohnya), namun ada juga peserta yang diminta untuk menunjukkan karya yang dihasilkan olehnya ketika interview. Karena kesempatan kita untuk mengikuti interview sangat terbatas dan kita harus mampu meyakinkan interviewer bahwa kita layak untuk mendapatkan beasiswa LPDP, maka akan lebih baik jika kita mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburul.

Beberapa print-out yang sekiranya perlu dibawa dalam interview antara lain: o Sertifikat pemenang lomba atau kegiatan lainnya
o Hasil karya yang telah dibuat selama menjadi mahasiswa

Hari Pelaksanaan Wawancara

1. Datang

Pastikan teman-teman datang satu jam sebelum jadwal interview yang sebenarnya. Hal ini penting untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi interview. Ingat, ketika anda datang diwaktu yang mepet, anda tidak akan bisa bersikap tenang. Hal ini sangat berbahaya mengingat ketenangan merupakan salah satu faktor utama yang dibutuhkan ketika wawancara.

Dalam selang waktu ini anda juga bisa membaca kembali essay yang telah anda tulis atau daftar pertanyaan yang mungkin keluar untuk mengingat-ingat kembali jawaban yang anda berikan ketika pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul. Jika anda belum mengetahui tempat wawancara, anda juga bisa memanfaatkan waktu satu jam ini untuk mencari tahu dimana ruang wawancara dilakukan.

Oh ya, karena dalam suatu ruangan pembagian wawancara akan didasarkan pada nomor kelompok, cari peta yang menujukkan di posisi mana anda harus duduk sehingga anda tidak kebingungan ketika nanti memasuki ruangan.

2. Absen

Seblum nama anda dipanggil untuk memasuki ruangan, nama anda akan dipanggil terlebih dahulu untuk melakukan absen. Ketika anda sudah melakukan absensi, berarti anda tinggal memiliki sedikit waktu untuk mempersiapkan diri. Saran saya,

masukkan semua catatan yang anda miliki, pastikan dokumen yang anda butuhkan telah tersusun rapi dalam sebuah map, dan kemudian gunakan waktu anda untuk menangkan diri dan bersikap rileks.

3. Masuk ke Ruangan

Ketika nama anda dipanggil untuk kedua kalinya, maka ini saatnya bagi anda untuk masuk ke dalam ruangan. Berdoalah sebelum memasuki ruangan dan pastikan anda mengambil map dokumen ketika menitipkan tas yang anda bawa.

4. Interview

Setelah memasuki ruangan dan sampai ke meja wawancara teman-teman, jabat tangan seluruh interviewer dan pasang muka optimis dengan sedikit senyuman. Setelah itu, interviewer akan menyalakan recorder yang digunakan untuk merekam jalannya wawancara yang dilakukan, sesi wawancara pun dimulai.

Adapun urutan tema pertanyaan yang diajukan berdasarkan pengalaman saya adalah sebagai berikut :

  1. Perkenalan
  2. Pertanyaan mengenai jurusan universitas, dan negara tujuan yang anda pilih
  3. Pertanyaan terkait dengan kebangsaan (optional, karena saya tidak diberikanpertanyaan terkait hal ini)
  4. Pertanyaan mengenai kepribadian anda

Pada beberapa interview, interviewer menanyakan hal yang cukup sensitive pada bagian pertanyaan mengenai kepribadian yang mengakibatkan beberapa peserta menangis. Selain itu, ada juga interviewer yang menanyakan tentang masalah kebangsaan dimana interviewer meminta peserta untuk menyanyikan lagu kebangsaan. Salah satu pertanyaan aneh yang saya dapatkan adalah ketika saya ditanya mengenai pendapat saya tentang kecurangan yang dilakukan oleh Persibo Bojonegoro pada salah satu laga AFC Cup, kebetulan saya berasal dari Bojonegoro.

Sikap ketika Interview

Ketika saya menjalani interview, sikap yang saya tunjukkan merupakan salah satu poin terpenting yang begitu saya perhatikan. Ada 1 hal utama yang ingin saya tunjukkan ketika melakukan interview, yakni bahwa saya sangat optimis dan yakin terhadap pilihan yang saya miliki, tidak ada keraguan sama sekali. Poin ini menjadi sangat penting karena saya menganggap bahwa sesi interview merupakan sesi dimana saya harus meyakinkan interviewer bahwa saya layak mendapatkan beasiswa ini. Ketika dalam wawancara saya tidak terlihat yakin dengan pilihan saya, bagaimana interviewer bisa menaruh keyakinannya terhadap saya?

Pertanyaan selanjutnya, lalu bagaimana saya membuat diri saya terlihat optimis dan yakin dengan pilihan yang saya miliki ?

Ada 4 kata kunci untuk melakukan hal ini: sikap badan, tatapan mata, kelancaran dalam menjawab, dan suara yang jelas.

1. Sikap Badan

Saya mempelajari bahwa sikap badan yang kita tunjukkan ketika melakukan wawancara berkaitan dengan tingkat kepercayaan diri kita ketika memberikan jawaban. Sikap badan yang bagus ketika kita melakukan wawancara adalah tegak dan condong kedepan, bukan condong ke belakang. Sikap badan yang condong kedepan akan membuat kita yakin dan percaya diri untuk menjawab pertanyaan apapun yang diberikan, sedangkan sikap condong bersandar kebelakang justru akan membuat kepercayaan diri kita berkurang.

Saya mempelajari hal ini dari sebuah video TEDx yang saya tonton sekitar 3 tahun yang lalu ketika akan menjalani sebuah wawancara. Bagi saya pribadi, video ini memberikan banyak pengetahuan bagi saya dan saya merekomendasikannya bagi siapapun yang akan menjalani tes wawancara.

2. Tatapan Mata

Saya percaya bahwa menatap mata orang yang kita ajak bicara merupakan salah satu terbaik yang bisa kita lakukan untuk meyakinkan lawan bicara kita. Coba perhatikan, orang yang ketika berbicara mengalihkan matanya ke atas atau ke bawah, pasti orang tersebut sedang mencari sebuah alternatif jawaban yang lain, ia tidak yakin dengan jawaban yang dimiliki. Hal inilah yang mengakibatkan orang yang sedang ingin berbicara serius, selalu meminta lawan bicaranya untuk menatap matanya. Seorang ahli Psikologi, Linda Hawa Diamond pernah berkata: “Cara, termurah dan paling efektif untuk berhubungan dengan orang lain adalah dengan melihat mata mereka”.

3. Kejelasan dalam Menjawab

Kejelasan dalam menjawab berarti bahwa jawaban yang teman-teman berikan mudah dipahami alias tidak muter-muter. Hal ini sangat penting terutama bagi teman-teman yang mengambil jurusan yang tidak familiar bagi interviewer sehingga teman-teman harus memberikan penjelasan yang dapat dipahami oleh interviewer tentang jurusan yang diambil oleh teman-teman.

Selain itu, pastikan ketika menjawab suara teman-teman dapat didengar oleh interviewer. Jika teman-teman mempunyai suara yang kecil, coba suaranya agak dikeraskan sehingga interviewer dapat mendengar jawaban yang diberikan oleh teman-teman dengan jelas.

Daftar Pertanyaan Wawancara LPDP :

Berikut ini beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh interviewer LPDP pada proses interview:

Terkait dengan Studi
  1. Mengapa anda memilih jurusan tersebut?
  1. (Jika jurusan S2 anda berbeda dengan jurusan S1) Mengapa anda tertarik di jurusan A, padahal S1 anda di jurusan B?
  2. (Jika jurusan S2 anda berbeda dengan jurusan S1) Adakah keterkaitan antara jurusan yang anda tuju dengan jurusan yang anda ambil ketika S1?
  3. Bagaimana rencana studi anda ketika mengambil S2? Topik thesis apa yang anda pilih?
  4. Apa yang anda rencanakan setelah lulus dari S2?
  5. Apa yang bisa anda lakukan untuk Indonesia setelah lulus dari S2?

Bagi saya pribadi, poin penting dalam pertanyaan terkai dengan bidang studi adalah saya harus bisa meyakinkan interviewer bahwa saya memiliki alasan yang kuat untuk mengambil jurusan yang saya pilih. Oleh karena itu, jika jurusan yang teman pilih belum dimengerti oleh interview, coba berikan penjelasan terlebih dahulu dan tekankan tentang betapa pentingnya jurusan itu bagi Indonesia.

Selain itu, pastikan teman-teman mempunyai jawaban yang konkrit utnuk menjawab pertanyaan “Apa yang bisa anda lakukan untuk Indonesia setelah lulus dari S2? “. Jawaban yang teman-teman berikan harus actionable, jelas, dan tidak hanya berupa angan-angan.

Terkait dengan Kepribadian
  1. Ceritakan tentang puncak kesuksesan kamu sampai saat ini?
  2. Sebutkan kelebihan dan kekurangan anda.
  3. Pengalaman organisasi apa yang telah anda miliki saat ini ?
  4. (bagi yang sudah menikah) Suami bekerja dimana? Bagaimana tanggapansuami mengenai rencana kuliah anda ke luar negeri? Sanggup meninggalkankeluarga selama 2 tahun?
  5. Jika anda ditawari untuk bekerja di perusahaan asing dengan gaji yangmenjanjikan, apakah anda akan mengambil tawaran itu atau bekerja diIndonesia dengan gaji yang lebih kecil?
  6. Siapa orang yang berjasa dalam kehidupan anda?

Terkait dengan kepribadian, hal yang paling penting bagi saya adalah saya dapat meyakinkan interviewer bahwa saya memiliki semangat yang tinggi untuk membangun Indonesia dan saya memiliki kemampuan untuk melakukan hal tersebut.

Secara umum, pertanyaan yang diberikan pada wawancara LPDP sangatlah dinamis, tergantung dari kondisi dari masing-masing peserta.

5.Berdoa

Setelah wawancara selesai, ucapkan terima kasih kepada seluruh interviewer sambil menjabat tangan mereka satu per satu. Semua perjuangan dan usaha telah anda

laukan, kini saatnya anda berdoa semoga Tuhan memberikan yang terbaik untuk anda.

Acknowledgement

Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mambantu saya dalam menyelesaikan artikel ini. Mas Randi dari PK-32, Mbak Naomi dari , Mbak Eki  serta teman-teman penerima LPDP lainnya artikelnya saya gunakan sebagai materi tambahan untuk menyusun artikel ini. Sekali lagi, Terima kasih banyak.

Jika ada diantara teman-teman ada yang memiliki pertanyaan mengenai sesi wawancara dari LPDP baik yang telah dibahas dalam artikel ini maupun belum, tolong tuliskan pertanyaannya di kolom komentar. Saya akan berusaha untuk selalu berusaha mengupdate artikel ini untuk memberikan informasi selengkap-lengkapnya untuk teman-teman semua.

Selamat berjuang !

Sumber :
  1. http://acc.uii.ac.id/konsultasi-karir/95-kontak-mata-dalam- wawancara.html
  2. http://clara-hetty.blogspot.com/2014/06/verifikasi-berkas-lgd-dan- wawancara.html
  3. http://firahermana.tumblr.com/post/89861286822/the-interview-round-a- guide-for-lpdp-hopefuls
  4. https://lyhul.wordpress.com/2014/01/26/seleksi-wawancara-lpdp/
  5. http://rahayuchem.blogspot.com/2014/12/pengalaman-dan-tips-seleksi-wawancara.html
  6. http://ceritabie.blogspot.com/2013/12/wawancara-lpdp.html
  7. https://staygoldbasquiat.wordpress.com/2015/03/03/kesempatan-kedua-dan-terakhir-edisi-lpdp-februari-2015/