Perkenalkan, nama Bapak dalam foto ini adalah Mohammad Kamiluddin atau yang biasa disapa dengan Pak Kamil. Beliau merupakan PIC dari Persiapan Keberangkatan (PK LPDP) sekaligus orang yang telah memberikan banyak sekali inspirasi kepada saya selama 6 hari keberjalanan PK. Terima kasih banyak, Bapak.

Ada banyak hal yang Bapak sampaikan selama keberjalanan PK, tapi izinkan saya mengambil 3 hal saja yang menurut saya merupakan hal terpenting yang saya dapatkan selama keberjalanan PK.

1. Integritas : penilaian tentang nilai seseorang dapat dilihat dari integritas yang dimiliki. Apakah seseorang tersebut memiliki perkataan yang sesuai dengan perilakunya, apakah seseorang mengahrgai amanah yang diberikan kepadanya, atau bagaimana seseorang menghargai waktu yang diberikan kepadanya. Integritas bisa diartikan sebagai sebuah kejujuran, namun ia sebenarnya memiliki makna yang jauh lebih luas dari sebuah kejujuran. Ada sebuah kejadian ketika PK yang membuat saya mempertanyakan Integritas yang saya miliki, yakni ketika saya selaku salah satu PJ dari integrity sport memutuskan untuk mengakhiri waktu intgrity sport 5 menit lebih awal dari jadwal. 5 menit yang pada waktu itu saya menganggapnya “ah cuman 5 menit, gapapalah ya” hingga beberapa saat kemudian saya mengetahui bahwa bapak mempertanyaan 5 menit tersebtu di grup angkatan. Saat itulah saya bertanya dalam hati, “Seburuk inikah saya? how could i do this ?” ternyata integritas yang saya miliki tidak sebaik yang saya banggakan.

2. Esensi: Kita akan memahami sebuah hal dengan baik ketika kita mengetahui esensi yang terkandung di dalamnya. Ketika kita mengejerkan tugas angkatan atau melaksanakan PK, kita harus tahu sebenarnya apa sih esensi dari hal tersebut? mengapa hal tersebut harus ada ? apa yang kita dapatkan dari mengerjakan hal tersebut?Pak Kamil merupakan sosok yang terkenal sering memberikan revisi terhadap terhadap apa yang kita lakukan, mulai dari konsep acara closing hingga poster publikasi.

Secara kebetulan, saya menjadi orang yang bertanggung jawab atas poster publikasi dan pernah sekali berhubungan dengan Pak Kamil terkait dengan revisi poster. Jujur awalnya saya tidak mempuyai harapan banyak tehadap revisi yang akan diberikan, saya hanya berfikir “oke saya akan mengahdap dan memperbaiki apapun yang diperintahkan”.Ternyata saya salah.Bagi saya, revisi yang diberikan oleh Pak Kamil merupakan revisi yang sangat berharga. Poin-poin masukan yang diberikan sangatlah berharga, kalau diistilahkan daging semua lah, berisi. Sebagai ornag yang banyak berhubungan dengan dunia promosi, saya mengetahui dengan persis bahwa apa yang disampaikan oleh Pak Kamil benar-benar berharga. Dan beliau benar-benar memperhatikan setiap detail kecil yang berdampak secara signifikan terhadap keseluruhan isi poster.

Esensi sebuah revisi adalah perbaikan. Perbaikan yang didasarkan pada pengalaman beliau sebagai PIC selama ini. Karena esensi dari revisi merupakan perbaikan, maka kita tentu saja bisa mempertahankan argumen jika merasa bahwa apa yang kita propose lebih baik dibandingkan saran yang diberikan. Pak Kamil merpakan orang yang terbuka dan logis, sehingga saya senang dengan setiap masukan yang diberikan.

3. Cahaya Matahari : Well, poin terkahir ini cukup berbeda dengan 2 poin sebelumnya. Jika poin sebelumnya terkait dengan sesuatu yang cukup serius, maka poin terkahir ini berkaitan dengan sesuatu yang sangat serius. “Kekurangan orang itu layaknya sebuah bintang, ada banyak sekali. Tapi cabaya bintang akan lenyap ketika Matahari telah muncul. Oleh karena itu, temukanlah Matahari pada diri seseorang untuk menghilangkan bintang-bintang yang ia miliki”.

Sebagai penutup, saya kembali ingin mengucapkan terima kasi kepada Pak Kamil atas kelancaran penyelanggaraan PK 42. Terima kasih atas pemateri-pemateri keren yang telah dihadirkan (walaupun terkadang saya tertidur sesaat karena tak kuat menahan kantuk), outbound yang menyenangkan, hinngga magic show yang super keren dari panitia PK 42. Terima kasih telah menyatukan kami semua dalam PK 42 “Ancala Diwangkara”, sebuah keluarha baru yang semoga bisa menepati janji kami sebagai penerang bangsa.

salam,
Ahmad Faiz Nasshor
Mahameru – Ancala Diwangkara