Halo! Selamat datang di halaman profil tentang Tika. Tulisan pada profil halaman ini ditulis oleh Faiz. Disini saya akan menulis tentang siapa Tika dan bagaimana saya memandang seorang Tika. Selamat membaca! 🙂


Wanita yang satu ini mempunyai nama lengkap Retna Ayu Mustikarini, biasa dipanggil dengan nama “Tika”.  Rumah Tika ada di Semarang, yang sekarang ditinggali oleh Ibu dan salah seorang adiknya yang masih duduk di bangku SMA. Waktu jaman SMA dulu, Tika sekolah di SMAN 3 Semarang dan dikenal sebagai murid yang jago dalam bidang matematika. Pokoknya kalau ada lomba matematika, Tika jadi andalan buat sekolahnya dan tercatat beberapa kali mendapatkan gelar juara. Pinter abis lah pokoknya, ngga kayak saya yang ikut olimpiade 2 kali dan di tingkat kabupaten aja udah gagal 🙁 Hahahahah

Teruus, tahu yang namanya Tika sejak dari jaman TPB, tapi ya sekedar tahu gitu, ngga benar-benar kenal. Tahu kalau ada anak yang namanya Tika, tapi bukan seseorang yang pernah saya ajak ngobrol atau semacamnya. Dulu soalnya pas jaman TPB banyaknya main sama teman-temen SMA. Kemudian masuk ke jurusan, eh Tika juga masuk jurusan yang sama kayak saya. Dan lagi-lagi, walaupun dalam satu jurusan kita teh cuman 28 orang, saya ngga benar-benar kenal sama Tika. Kemudian jadi agak kenal sama Tika di akhir tingkat 3 pas saya diajakin Tika untuk Kerja Praktek bareng di NoLimit. Pas itu kondisinya udah agak desperate sih karena waktu KP udah mepet dan saya belum mendapatkan konfirmasi dari tempat KP yang saya inginkan, jadinya ya saya terima ajakan Tika.

Kita KP di NoLimit selama 2 bulan dan menjalaninya dengan normal (maksudnya normal itu gimana ya iz? hahaha). Setelah KP selesai, saya ketemu Tika lagi di kelompok Tugas Akhir yang sama. Kita sama-sama memilih Pak Endro (yang super baik dan perhatian) buat jadi pembimbing Tugas Akhir dan pada akhirnya  kita wisuda bareng di bulan Oktober 2015 (sebenarnya Tika bisa wisuda di bulan Juli sih, tapi dia gamau karena di bulan Juli ga banyak anak 2010 yang wisuda). Oh ya ada yang kelupaan, kita mempunyai NIM yang berurutan, saya 23 dan Tika 24 (ga penting banget sih ini, hahahah).

Mundur sedikit, Tika pernah ambil intern di Accenture selama beberapa bulan pas tingkat 4, katanya sih karena punya banyak waktu kosong, saat itu Tika udah ga ada kuliah lagi dan tinggal ngerjain tugas akhir doang. Kemudian setelah sidang, Tika bekerja di NoLimit sebagai Social Media Analyst. Jalan Tika dan saya ketemu lagi setelah saya memutuskan untuk bekerja di NoLimit selepas sidang. Saat itu saya ditawari oleh Kak Aqsath (CEO NoLimit) untuk bantu-bantu di NoLimit, dan setelah ngobrol dengan beberapa orang (salah satunya Tika sih, hahaha) saya akhirnya memutuskan untuk ke NoLimit.

Saya sebenarnya kurang tahu secara personal gimana Tika selama kuliah. Paling yang saya tahu Tika itu orangnya suka banget jalan-jalan, bahkan dulu Tika punya cita-cita untuk hidup nomaden (sekarang sih udah ngga :p). Tika orangnya sangat suka untuk berorganisasi, kelihatan dari aktivitasnya di himpunan yang sangat banyak sampai jadi Kadep Internal, sementara saya cuman jadi kacung himpunan wkwkwk. Tika juga kelihatan sebagai orang yang ambisius, bisa dilihat dari keseriusannya ketika mengerjakan tugas dan niatnya untuk ambil kerjaan di Accenture. Satu lagi, Tika orangnya tomboy dan suka naik gunung, hahahah. Sekarang, setelah mengenal Tika secara lebih mendalam lagi, sepertinya saya telah mengerti alasan dibalik aktivitas Tika tersebut.

Tika yang sekarang

Well, Tika yang sekarang udah jadi Tika yang berbeda dibandingkan dengan pas kuliah dulu. Tika mengalami banyak perubahan dalam kurun waktu kurang satu setengah tahun terakhir. Kabar baiknya, itu yang membuat saya jadi suka sama Tika.

Ada satu kalimat dari Tika yang selalu saya ingat, yakni “Paling ngga kalau ditanya sama Allah di akhirat nanti aku tahu harus jawab apa

Sebagai teman kerja yang hampir setiap hari ketemu di kantor, saya memperhatikan ada banyak hal yang berubah dari Tika. Tika yang dulu super tomboy, sekarang jadi agak kalem (walaupun kadang-kadang over-reactive nya masih keluar sih). Tika yang dulu suka make celana, sekarang udah make rok (saya cenderung suka wanita yang pake rok, kelihatan lebih anggun gitu). Bahkan dulu saya sempet nanya ke Tika, “Kenapa sih kamu ga suka make rok? Kan make rok lebih enak dibandingkan pake celana. Saya aja kalau boleh make sarung kemana-mana bakal make sarung terus deh”.

Tapi diantara itu semua, yang paling penting adalah Tika yang dulu ngga terlalu peduli soal agama, kini jadi seorang yang sangat tertarik dengan dunia agama. Ketertarikan Tika bisa dilihat dari keseriusannya untuk belajar tentang agama, mulai dari ikutan mentoring semenjak di NoLimit hingga suka nonton-nonton video ceramah tentang Islam yang banyak beredar di Internet. Saya juga sering ditanya oleh Tika tentang berbagai macam hal, tapi sering juga saya ga tahu jawabannya dan akhirnya menyarankan untuk di Googling saja daripada saya salah jawabnya, heheheh. Saya juga masih perlu belajar banyak kan 😀

Ada satu kalimat dari Tika yang selalu saya ingat, yakni “Paling ngga kalau ditanya sama Allah di akhirat nanti aku tahu harus jawab apa”. Itu adalah perkataan yang diberikan oleh Tika di pertemuan pertama setelah saya mengajak Tika untuk taaruf. Saat itu Tika menanyakan bagaimana cara saya untuk memutuskan sebuah perkara dan perkataan itulah yang menjadi alasan Tika mengapa ia memberikan pertayaan itu.

Oh ya, kalau ada yang bertanya Tika sekarang lagi kerja dimana, Tika sekarang lagi kerja di salah satu perusahaan IT di Jakarta sebagai Product Manager. Kalau berdasarkan pengakuan Tika sih, Tika enjoy banget kerja di sana, soalnya kata Tika banyak banget pembelajaran yang didapatkan dan suasana kerjanya enak katanya, bisa kerja remote juga dari Semarang kalau memang lagi perlu.

Hmm, sepertinya itu aja yang mau saya tulis tentang Tika. Sebenarnya masih ada banyak hal yang bisa ditulis tentang Tika, tapi itu terlalu personal jadi disimpen buat saya aja :p

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca ^^

NB : Tika punya blog yang sangat sering diupdate (beda dengan blog saya yang udah banyak jaring laba-labanya). Kalau mau lihat-lihat bisa dibuka di link berikut ini : klik disini

 

Salam,
Ahmad Faiz Nasshor
Calon Suami Tika